Kompas TV internasional kompas dunia

Arab Saudi Ejek Netanyahu dan Trump: Pindahkan Saja Israel ke Alaska atau Greenland

Kompas.tv - 9 Februari 2025, 09:45 WIB
arab-saudi-ejek-netanyahu-dan-trump-pindahkan-saja-israel-ke-alaska-atau-greenland
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam konferensi pers di Yerusalem, 9 Desember 2024. (Sumber: AP Photo/Maya Alleruzzo, Pool, File)
Penulis : Haryo Jati | Editor : Gading Persada

RIYADH, KOMPAS.TV - Arab Saudi langsung membalas pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang mengatakan negara Palestina harusnya berdiri di Saudi.

Anggota Dewan Syura Arab Saudi Yousef bin Trad Al-Saadoun mengejek Netanyahu dan juga Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Ia mengatakan Israel seharusnya dipindahkan ke Alaska, dan kemudian ke Greenland.

Baca Juga: Potret Hamas Kembali Bebaskan 3 Sandera Israel, Ditukar dengan 183 Sandera Palestina

Dikutip dari Middle East Eye, Sabtu (8/2/2025), Al-Saadoun mengkiritik pendekatan Trump terkait kebijakan Timur Tengah.

Menuliskannya di surat kabar Saudi Okza, ia mengatakan Trump telah melakukan keputusan ceroboh yang tak mempedulikan saran para ahli, dan menolak dialog.

Ia pun mengatakan daripada negara Palestina ditempatkan di Arab Saudi, lebih baik Trump memindahkan Israel ke Alaska dan kemudian ke Greenland, setelah pulau itu dianeksasi AS.

Ia memperingatkan, Zionis dan sekutunya, akan gagal memanipulasi kepemimpinan Saudi lewat tekanan media dan manuver politik.

“Kebijakan luar negeri resmi Amerika Serikat akan mengupayakan pendudukan ilegal atas tanah kedaulatan dan pembersihan etnis penduduknya, yang merupakan pendekatan Israel dan dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan,” tulisnya.

“Siapa pun yang mengikuti jejak kemunculan dan kelanjutan Israel jelas menyadari bawah rencana ini tentu saja dirumuskan dan disetujui oleh entitas Zionis, dan diserahkan kepada sekutu mereka untuk dibaca dari podium Gedung Putih,” tambahnya.

Dewan Syura Saudi merupakan mejelis konsultatif yang memberi saran ke Raja Saudi terkait legislatif dan masalah kebijakan tetapi tak memiliki otoritas legislatif.

Anggotanya dipilih oleh Raja, dan membicarakan mengenai hukum, rencana ekonomi dan kebijakan sosial.

Sebelumnya pada Kamis (6/2/2025), Netanyahu mengatakan, Arab Saudi bisa menciptakan negara Palestina di sana.

Menurut Netanyahu, karena negara Kerajaan itu memiliki banyak tanah.

Baca Juga: Trump Sebut Rencana Pemindahan Warga Palestina dari Gaza sebagai Transaksi Real Estat

Hal itu diungkapkan Netanyahu setelah Riyadh menegaskan akan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel jika ada jalan yang jelas untuk negara Palestina.

Pejabat Palestina dan Mesir telah mengecam Netanyahu terkait mendirikan negara Palestina di Arab Saudi.

Mereka menyebut pernyataan Netanyahu sebagai serangan terhadap kedaulatan Kerajaan Arab Saudi.


 




Sumber : Middle East Eye




BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x