DUBAI, KOMPAS.TV - Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menegaskan pihaknya menolak rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menguasai Gaza. Aboul Gheit menegaskan rakyat Palestina secara historis adalah penduduk Gaza dan Tepi Barat.
Dia menyatakan setiap rencana mengusir penduduk Palestina "tidak bisa diterima" masyarakat Timur Tengah. Hal ini disampaikan di tengah KTT Pemerintah Dunia yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu (12/2/2025).
"Fokusnya hari ini adalah Gaza dan besok itu akan berganti ke Tepi Barat dengan tujuan mengosongkan Palestina dari penduduknya yang bersejarah," kata Aboul Gheit, dikutip Al Jazeera.
"Ini tidak bisa diterima bagi dunia Arab yang telah memperjuangkan gagasan ini selama 100 tahun."
Pernyataan Aboul Gheit tersebut senada dengan sikap pemimpin negara-negara Arab dalam menanggapi rencana Trump merebut Gaza. Sejumlah pihak mengkritik rencana presiden AS tersebut sebagai pembersihan etnis.
Baca Juga: Erdogan Apresiasi Sikap Indonesia, Kemerdekaan Palestina Tidak Bisa Diundur Lagi
"Setelah berjuang 100 tahun, kami bangsa Arab tidak akan menyerah secara politik, militer, atau budaya," kata Aboul Gheit.
Sebelumnya, organisasi payung berbagai faksi politik Palestina, Pasukan Islam dan Nasional Palestina (PNIL), mendesak negara-negara Arab bertindak tegas sehubungan rencana Trump merebut Gaza.
PNIL menyatakan masyarakat Palestina menghadapi "ancaman eksistensial" dan memerlukan mobilisasi dan persatuan dari berbagai pihak.
PNIL menyebut bangsa Palestina memerlukan dukungan dari negara-negara Arab dan Islam untuk melawan rencana pengusiran massal.
"Sikap teguh masyarakat Palestina di Gaza, Tepi Barat, dan di dalam Israel memerlukan dukungan politis dan materi langsung untuk memperkuat perlawanan dan mempertahankan mereka di tanah sendiri," kata PNIL dalam pernyataannya, Selasa (11/2/2025).
Baca Juga: Korea Utara Kecam Usulan Trump untuk Ambil Alih Gaza, Singgung Sifat AS Pembantaian-Perampokan
Sumber : Al Jazeera
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.