LONDON, KOMPAS.TV - Arab Saudi secara mengejutkan mendukung ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) menjadikan Gaza bak riviera di Timur Tengah.
Namun, Arab Saudi menolak pemindahan warga Palestina untuk membangun riviera tersebut.
Hal itu diungkapkan Duta Besar Arab Saudi untuk Inggris, Pangeran Khalid bin Bandar, Rabu (12/2/2025).
Baca Juga: Hamas-Israel Saling Ancam terkait Pembebasan Sandera, Gencatan Senjata Gaza di Ujung Tanduk
Pangeran Khalid merespons proposal Trump yang ingin AS menguasai Gaza, dan membangunnya menjadi “Riviera untuk Timur Tengah”.
“Posisi pemerintahan saya adalah kami menyambut baik riviera di Gaza,” kata Pangeran Khalid dikutip dari Al-Arabiya.
“Namun, kami tak akan melakukannya dengan memindahkan warga Palestina, jelas tidak memindahkan mereka ke Saudi, mereka juga tak ingin pindah. Anda tahu, ini tanah mereka, ini wilayah mereka,” ujarnya.
Proposal Trump yang membuat AS mengontrol Gaza, dan memindahkan warga Palestina memicu kemarahan di seluruh dunia Arab, dan banyak negara Eropa.
Trump sendiri menggambarkan Gaza sebagai lokasi penghancuran, dan menyarankan warga Palestina direlokasi ke negara lain demi kondisi kehidupan yang lebih baik.
Sedangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang merasa didukung Trump, menyerukan kepada Arab Saudi untuk membuat negara Palestina di dalamnya.
Hal itu membuat pemimpin Zionis tersebut kembali mendapat kritikan dan pengutukan dari seluruh dunia Arab.
Terkait apakah Saudi akan menyiapkan tempat relokasi sementara bagi warga Palestina, Pangeran Khalid mengatakan itu keputusan yang harus dibuat warga Palestina.
“Anda tahu, kami senang membawa orang masuk, dan kami adalah negara yang menyambut. Jika ada situasi mereka ingin datang ke Saudi, mereka dipersilakan datang, namun saya pikir mereka tak ingin pergi,” ujarnya.
Baca Juga: Media Kim Jong-Un Kutuk Ambisi Trump Kuasai Gaza, Mendampratnya sebagai Perampok Ganas
“Mereka ingin mempertahankan tanah yang selalu terancam bakal hilang, dan saya pikir itu yang terpenting,” kata Pangeran Khalid.
Pangeran Khalid pun menegaskan bahwa posisi Arab Saudi atas konflik Arab-Israel tetap konsisten.
“Mudah saja, solusi dua negara berdasarkan perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota (Palestina),” tuturnya.
Sumber : Al-Arabiya
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.