GAZA, KOMPAS.TV - Langkah keras dilakukan Hamas usai menolak negosiasi dengan Israel jika tahanan Palestina tak segera dibebaskan sesuai kesepakatan.
Hal ini membuat gencatan senjata Hamas dan Israel terancam hancur.
Israel sebelumnya memutuskan menunda pembebasan ratusan tahanan Palestina sesuai rencana, sebelum Hamas mengikuti persyaratan mereka.
Baca Juga: Alasan Netanyahu Tak Bebaskan Tahanan Palestina, Merasa Dipermalukan Hamas
Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel akan menunda pembebasan 620 tahanan Palestina, hingga pembebasan sandera berikutnya dipastikan.
Mereka juga tak menginginkan adanya upacara yang mempermalukan saat pembebasan sandera.
Hamas pun bereaksi atas hal tertsebut dan memutuskan tak akan ada pembicaraan dengan Israel sampai para tahanan Palestina itu dibebaskan.
“Setiap pembicaraan dengan musuh melalui mediator mengenai langkah-langkah yang akan datang bergantung pada pembebasan 620 tahanan Palestina yang disepakati, sebagai ganti empat jasad dan enam tawanan Israel yang dibebaskan pada Sabtu, kata Pejabat Hamas Basem Naim, Minggu (23/2/2025), dikutip dari France24.
“Para mediator harus memastikan musuh mematuhi ketentuan perjanjian sebagaimana tercantum dalam teks yang disepakati,” tambahnya.
Masyarakat Tahanan Palestina, kelompok lokal yang mendukung tahaan Palestina menegaskan, Israel mempraktekkan diri sebagai negara teroris melawan tahanan dan keluarganya.
Israel dan Hamas berulang kali menuduh satu sama lain melakukan pelanggaran sejak gencatan senjata dimulai 19 Januari lalu.
Baca Juga: Dukung Zelenskyy, Trudeau dan para Pemimpin Eropa Berkumpul di Kiev, Siapa Saja?
Hamas pada satu tingkat menegaskan bakal menghentikan menyerahkan sandera karena menuduh Israel melakukan pelanggaran.
Keputusan Israel menunda pembebasan tahanan Palestina dikarenakan upacara yang dilakukan Hamas saat akan melepaskan 6 sandera Israel.
Kantor Netanyahu menegaskan, Hamas telah mempermalukan mereka dengan melakukan upacara tersebut.
Sumber : France24
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.