GAZA, KOMPAS.TV - Setelah sempat ditunda, akhirnya ratusan tahanan Palestina bakal dibebaskan Israel.
Pembebasan itu menyusul pengembalian empat jasad sandera Israel, Kamis (27/2/2025) dini hari waktu setempat.
Pengembalian dan pembebasan ini dilakukan beberapa hari jelang berakhirnya fase pertama gencatan senjata di Gaza.
Baca Juga: Minim Bantuan Kemanusiaan, Enam Bayi Meninggal Dunia Akibat Kedinginan di Gaza
Dikutip dari Associated Press, pejabat keamanan Israel mengonfirmasikan bahwa Hamas telah menyerahkan jasad ke Palang Merah.
Israel mengatakan peti mati telah dikirimkan dengan bantuan mediator Mesir lewat perbatasan Israel, dan proses identifikasi telah dimulai.
Pada saat yang sama, konvoi Palang Merah juga membawa puluhan tawanan Palestina yang meninggalkan penjara Ofer di Israel.
Kerumunan dari keluarga, teman dan pendukung tawanan Palestina yang bergembira berkumpul di Beitunia berdesak-desakan untuk melihat sekilas bus yang sedang dalam perjalanan.
Israel sendiri sebelumnya telah menunda pembebasan lebih dari 600 tahanan Palestina sejak Sabtu (22/2/2025).
Penundaan tersebut sebagai protes yang disebut sebagai perlakuan kejam terhadap para sandera selama penyerahan mereka oleh Hamas.
Hamas sendiri menyebut penundaan itu sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata, dan mengatakan pembicaraan tentang tahap kedua tak mungkin dilakukan sampai warga Palestina dibebaskan.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada Rabu (26/2/2025) bahwa pembebasan jasad akan dilakukan tanpa upacara.
Hal itu berbeda dengan pembebasan sandera yang dilakukan Hamas sebelumnya, dengan acara yang diatur di hadapan khalayak ramai.
Iseael bersama Palang Merah dan Pejabat PBB, menyebut upacara tersebut sebagai hal yang memalukan bagi para sandera.
Baca Juga: Israel dan Hamas Kembali Sepakati Pertukaran Jenazah Sandera dengan Ratusan Tahanan Palestina
Di antara mereka yang meninggalkan Israel adalah ratusan tawanan yang ditangkap dari Gaza, ditahan atas dugaan militansi setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, tanpa dakwaan.
Menurut daftar yang dibagikan oleh pejabat Palestina, para tahanan itu termasuk 445 pria, 21 remaja, dan satu perempuan yang semuanya ditangkap setelah serangan Hamas.
Namun, mereka tak mengungkapkan usia dari para tawanan tersebut.
Sumber : Associated Press
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.