WASHINGTON, KOMPAS.TV — Ribuan pekerja Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) yang telah dipecat atau diberhentikan sementara sebagai bagian dari pembubaran badan tersebut oleh pemerintahan Donald Trump, hanya diberi waktu yang sangat singkat untuk mengemasi tempat kerja mereka pada hari Kamis dan Jumat.
USAID memberhentikan sementara sebanyak 4.080 staf yang bekerja di seluruh dunia pada Senin. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS juga menyatakan, kebijakan itu diikuti oleh pengurangan tenaga kerja yang akan memengaruhi 1.600 karyawan lainnya.
Tidak diketahui berapa banyak jumlah karyawan USAID yang telah dipecat atau diberhentikan bekerja dari kantor pusat di Washington. Sebuah pemberitahuan di situs web lembaga tersebut mengatakan, staf di lokasi lain akan diberi kesempatan untuk mengambil barang-barang pribadi mereka di kemudian hari.
Pemberitahuan di website juga menjabarkan instruksi kapan kelompok karyawan tertentu harus datang untuk diperiksa oleh petugas keamanan dan dikawal ke tempat kerja mereka sebelumnya di USAID.
Baca Juga: Trump Ingin Bubarkan USAID, Mantan Dubes AS untuk RI Jamin Lembaga Bantuan Itu Tak Akan Hilang
Mereka yang diberhentikan harus menyerahkan semua aset yang diberikan USAID. Pekerja yang sedang cuti juga diminta untuk menyimpan materi yang dikeluarkan USAID, termasuk paspor diplomatik, sampai mereka dipisahkan dari lembaga tersebut.
Banyak pekerja USAID menganggap persyaratan pemerintah untuk mengambil barang-barang mereka sebagai penghinaan. Dalam pemberitahuan tersebut, para karyawan diinstruksikan untuk tidak membawa senjata, termasuk senjata api, tombak, dan granat tangan. Bahkan, setiap pekerja hanya diberi waktu selama 15 menit untuk berkemas di bekas tempat kerja mereka.
USAID sejauh ini telah menjadi salah satu target terbesar dari kebijakan efisiensi Donald Trump. Pengurangan karyawan besar-besaran ini hanya menyisakan sebagian kecil karyawan USAID di tempat kerja mereka.
Sebelumnya, Trump membentuk Departemen Efisiensi Pemerintah yang dikepalai oleh Elon Musk. Mereka bergerak cepat untuk menutup badan bantuan luar negeri tersebut, dan menyebut bahwa program-program USAID tidak sejalan dengan agenda Presiden dan menegaskan tanpa bukti bahwa pekerjaan USAID merupakan pemborosan.
Baca Juga: Pemerintahan Trump Pangkas USAID, Ribuan Pegawai Dipaksa Cuti
Kebijakan ini dikritik karena tidak melibatkan Kongres, yang telah mengesahkan USAID dan telah menyediakan pendanaannya.
Sebuah laporan dari Congressional Research Service awal bulan ini mengatakan otorisasi Kongres diperlukan untuk menghapus, memindahkan, atau menggabungkan USAID. Namun demikian, mayoritas perwakilan Partai Republik di DPR dan Senat tidak melakukan perlawanan terhadap tindakan pemerintah. Padahal, saat ini USAID telah kehilangan hampir seluruh pendanaan yang mereka miliki.
Seperti dikutip dari The Associated Press, pemerintah Trump mengatakan akan menghapus lebih dari 90% kontrak bantuan luar negeri USAID dan bantuan AS senilai $60 miliar di seluruh dunia.
Sumber : The Associated Press
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.