Kompas TV lifestyle tren

Tips Ajarkan Anak Berpuasa secara Menyenangkan Menurut Psikolog

Kompas.tv - 26 Februari 2025, 15:47 WIB
tips-ajarkan-anak-berpuasa-secara-menyenangkan-menurut-psikolog
Psikolog anak dan keluarga dari Universitas Indonesia (UI), Sani B. Hermawan, menekankan pentingnya pendekatan yang menyenangkan dalam mengajarkan anak berpuasa (Sumber: Unsplash)
Penulis : Ade Indra Kusuma | Editor : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS.TV - Agar anak dapat menjalani puasa dengan nyaman, penting diajarkan  berpuasa dengan cara yang menyenangkan.

Psikolog anak dan keluarga dari Universitas Indonesia (UI), Sani B. Hermawan, menekankan pentingnya pendekatan yang menyenangkan dalam mengajarkan anak berpuasa, agar mereka tidak merasa tertekan.

Menurut Sani, orangtua bisa membangun suasana positif dengan mengajak anak berdiskusi tentang menu berbuka puasa, sehingga anak merasa antusias menjalani ibadah puasa.

"Misalnya ‘nanti kita buka puasa makan apa yuk’. Jadi anak itu juga happy, apalagi untuk ngabuburit, istilahnya anak kalau bisa dikasih permainan yang menyenangkan,” ujar Sani seperti dikutip dari Antara, Selasa (25/2/2025).

Baca Juga: Rilis Teaser, Film Komang Pastikan Tayang pada Lebaran 2025

Ia mengingatkan, memberikan ancaman atau hukuman kepada anak yang belum mampu berpuasa bukanlah metode yang tepat.

Hal ini justru dapat menimbulkan rasa takut dan perasaan negatif, sehingga anak menjalani ibadah dengan tekanan. Sebagai alternatif, orangtua dapat mengalihkan perhatian anak dari rasa lapar dengan permainan yang menyenangkan.

Selain itu, menciptakan suasana spesial di rumah dengan dekorasi bertema Ramadan, juga bisa membantu membangun semangat anak. 

"Jadi rumahnya ditulis ‘Selamat berbuka puasa’ atau ‘Selamat menjalankan puasa di bulan Ramadan’. Jadi anak itu ngerasa ada semacam kondisi yang memang kita men-celebrate bulan puasa. Bukan ‘yah bulan puasa lagi, enggak makan lagi, jadi enggak minum’. Jadi anaknya nggak semangat,” jelasnya.

Agar anak tetap nyaman saat berpuasa, Sani menyarankan untuk mengajak mereka melakukan aktivitas ringan seperti melukis atau merakit lego.

Sebaliknya, hindari kegiatan yang terlalu melelahkan seperti berlari-larian, agar anak tidak merasa lemas. Biasakan juga untuk melibatkan anak dalam memilih menu sahur dan berbuka, untuk meningkatkan motivasi mereka berpuasa.

Baca Juga: Kemenham Jateng Selidiki Pemecatan Vokalis Sukatani Novi Citra Indriyati sebagai Guru, Ini Hasilnya

Menurut Psikolog dukungan dari orangtua akan membuat anak merasa lebih termotivasi, karena melihat seluruh anggota keluarga turut menjalankan ibadah puasa.

"Di sini juga orangtua harus kreatif. Kalau sahur, anak juga dikasih makan yang dia suka. Jadi jangan yang dia enggak suka tentunya ya,” pungkas Sani.


 




Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x