Kompas TV lifestyle tren

Puasa Ramadan 2025 Berapa Hari Lagi? Simak Jadwal Sidang Isbat Kemenag

Kompas.tv - 27 Februari 2025, 08:31 WIB
puasa-ramadan-2025-berapa-hari-lagi-simak-jadwal-sidang-isbat-kemenag
Puasa Ramadan 2025 berapa hari lagi? (Sumber: Freepik)
Penulis : Dian Nita | Editor : Vyara Lestari

JAKARTA, KOMPAS.TV - Puasa Ramadan 1446 Hijriah akan dilaksanakan beberapa hari lagi.

Saat ini, hanya Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah menentukan awal Puasa Ramadan 2025. 

Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. 

Itu artinya, puasa Ramadan 2025 menurut Muhammadiyah akan dilaksanakan dua hari lagi, jika dihitung dari hari ini, Kamis (27/2/2025).

Adapun berdasarkan kalender Hijriah 1446 H yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), awal puasa Ramadan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. 

Baca Juga: Dari Rasulullah Saw: Berikut Doa Menyambut Ramadan 2025 Tiba, Ada yang Dibaca saat Melihat Hilal

Kendati demikian, pemerintah Indonesia melalui Kemenag masih akan melakukan penetapan awal bulan Ramadan dengan metode rukyat dan hisab pada 28 Februari 2025. 

Jadwal Sidang Isbat Puasa Ramadan 2025

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pemantauan hilal (rukyatulhilal) awal Ramadan 1446 H pada 28 Februari 2025. 

Pemantauan akan dilakukan pada 125 titik di seluruh Indonesia.

Rukyatulhilal ini melibatkan para ahli Falak dari Kantor Wilayah Kemenag dan Kemenag Kabupaten/Kota, serta bekerja sama dengan Pengadilan Agama, organisasi masyarakat Islam, dan instansi terkait lainnya.

“Pemantauan hilal awal Ramadan akan dilakukan di 125 titik se-Indonesia pada 28 Februari mendatang,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa (18/2/2025), dikutip dari laman kemenag.go.id.

Abu Rokhmad menjelaskan, berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), ijtimak menjelang Ramadan 1446 H diperkirakan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB. 

Baca Juga: Link Download Jadwal Imsakiyah 2025 Puasa Ramadan Jakarta dan Sekitarnya

Pada hari rukyat, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk dengan kisaran antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’. Sementara itu, sudut elongasi berkisar antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

Ia menambahkan, hasil rukyat hilal dari berbagai daerah, beserta data hisab mengenai posisi hilal, akan dibahas dalam sidang isbat. 

Keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Ramadan 1446 H di Indonesia.

Sidang isbat akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta. Berikut jadwalnya.

  • Pukul 16.30 WIB: Seminar Posisi Hilal Terbuka untuk umum dan live streaming di channel youtube Bimas Islam TV 
  • Pukul 18.30 WIB: Pelaksanaan Sidang Isbat Tertutup untuk umum 
  • Pukul 19.05 WIB: Konferensi Pers Penetapan 1 Ramadan 1446 H Live streaming di channel youtube Kemenag RI

Sidang akan dihadiri sejumlah pihak, termasuk perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta sejumlah lembaga terkait seperti Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Planetarium Jakarta.

Selain itu, pakar ilmu falak dari organisasi masyarakat Islam, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta pimpinan organisasi Islam dan pondok pesantren juga akan turut serta. 

“Sidang isbat merupakan bentuk sinergi antara Kemenag, organisasi Islam, serta lembaga terkait dalam menentukan awal bulan Hijriah. Keputusan yang diambil diharapkan dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadan,” tandas Abu Rokhmad.


 




Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x