YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengumumkan kuota haji provinsi tersebut untuk tahun ini sebanyak 3.147 orang.
Analis Kebijakan Bidang Haji Kanwil Kemenag DIY Silvia Rosetti mencatat, animo masyarakat untuk berhaji sangat tinggi. Antrean haji di DIY mencapai 34 tahun.
"Yang daftar tahun ini baru bisa berangkat 34 tahun lagi," bebernya pada Rabu (15/1/2025), dikutip dari Kompas.com.
Dia menambahkan, kuota sebanyak 3.147 orang tersebut dibagi berdasarkan jumlah pendaftaran per kabupaten atau kota.
"Kuota DIY menggunakan kuota provinsi, siapa yang cepat mendaftar selama setahun paling banyak, ya itu yang mendapat kuota banyak," kata Silvia.
Baca Juga: Demi Persiapan Haji Lancar, Calon Jemaah dan Petugas Diimbau Aktifkan Kepesertaan BPJS Kesehatan
Dia menjelaskan, pihaknya saat ini masih menunggu peraturan presiden (perpres) terkait pelunasan biaya haji.
Sehingga pelunasan biaya haji hingga saat ini belum dilakukan karena masih menunggu perpres.
"Masih menunggu perpres, untuk pelunasan," ujarnya.
Menurutnya, karena pelunasan belum dilakukan, pihaknya belum bisa memastikan siapa saja yang sudah siap berangkat.
"Jadi saat ini belum pelunasan, jadi belum bisa melihat siapa yang sudah lunas atau siap berangkat," jelas Silvia.
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar telah berangkat ke Arab Saudi untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2025.
Menurut Nasaruddin, persiapan ini merupakan bagian dari misi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas haji di tahun-tahun mendatang.
Baca Juga: Catat, Ini Rincian Resmi Kuota Jemaah Haji Reguler 2025 dan Jadwal Pemberangkatan
“Harapan Presiden RI, Pak Prabowo Subianto, ke depan haji selain murah juga harus lebih baik. Ini tantangan bagi kami semua,” ujarnya dalam keterangan resminya pada Minggu (12/1/2025).
Selama di Arab Saudi, Menag dijadwalkan untuk menghadiri beberapa agenda terkait persiapan haji, yang disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Hilman Latief serta Kepala Badan Penyelenggaraan Haji (BPH) Mochamad Irfan Yusuf.
Sumber : Kompas.com
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.