Arsad menyebut, program ini merupakan bagian dari upaya Kemenag dalam membangun generasi muda yang memiliki pemahaman mendalam tentang ilmu falak.
“Hisab rukyat merupakan ilmu penting dalam penentuan kalender Islam, terutama dalam menetapkan awal bulan Hijriah. Kami berharap program ini dapat melahirkan kader-kader yang kompeten di bidang ini,” tuturnya.
Peserta yang lolos seleksi akan diumumkan oleh panitia pada 22 Februari 2025. Mereka yang terpilih diharapkan dapat berkontribusi dalam menyebarluaskan ilmu falak kepada masyarakat luas melalui media sosial dan kegiatan edukatif lainnya.
Baca Juga: Kemenag Alokasikan Tunjangan Insentif Guru Madrasah dan RA: Disalurkan Bertahap, Ini Kriterianya
“Jangan lewatkan kesempatan ini dan sebarkan informasi ini kepada teman-teman yang memiliki minat di bidang ilmu falak dan astronomi Islam,” tandas Arsad.
Sebagai informasi, Kemenag akan menggelar pemantauan hilal (rukyatulhilal) awal Ramadan 1446 H pada 28 Februari 2025. Pemantauan akan dilakukan pada 125 titik di seluruh Indonesia.
Rukyatulhilal ini melibatkan Kantor Wilayah Kemenag dan Kemenag Kabupaten/Kota, serta bekerja sama dengan Peradilan Agama, organisasi masyarakat Islam, dan instansi terkait lainnya.
Baca Juga: Kemenag akan Pantau Hilal Awal Ramadan di 125 Titik pada 28 Februari
Berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), ijtimak menjelang Ramadan 1446 H diperkirakan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB.
Pada hari rukyat, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk dengan kisaran antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’. Sementara itu, sudut elongasi berkisar antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.
Hasil rukyat hilal dari berbagai daerah, beserta data hisab mengenai posisi hilal, akan dibahas dalam sidang isbat. Keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Ramadan 1446 H di Indonesia.
Sumber :
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.