Kompas TV religi agama

Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jakarta Sebut Hilal Tidak Terlihat, Puasa Diperkirakan 30 Hari

Kompas.tv - 29 Maret 2025, 18:43 WIB
ketua-lembaga-falakiyah-pwnu-jakarta-sebut-hilal-tidak-terlihat-puasa-diperkirakan-30-hari
Ketua Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta Abdul Kholik Soleh memaparkan hasil pantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1446 H yang dilakukan di wilayah Jakarta, di Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (22/3/2025). (Sumber: Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta Abdul Kholik Soleh memaparkan hasil pantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1446 H yang dilakukan di wilayah Jakarta. 

"Hari ini kami melaksanakan rukiyatul hilal tidak berhasil melihat," ujarnya di Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (22/3/2025), dipantau dari Breaking News KompasTV

Ia selanjutkan menjelaskan alasan tidak terlihatnya hilal di wilayah yang dipantaunya. 

"Pertama karena memang hilal masih di bawah ufuk, tidak memenuhi atau jauh dari kriteria," sebutnya. 

"Maka ketika dia tidak terlihat, (puasa) disempurnakan menjadi 30 hari," tambahnya. 

Karena tidak terlihat hilal pada hari ini, pihaknya akan melaksanakan pemantauan kembali hilal besok. 

"Insyaallah besok di hari Ahad, Minggu, kami akan melihat citra hilal seperti apa di tanggal 30 Ramadan besok," ujarnya. 

Baca Juga: Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1446 Hijriah Digelar Sore Ini, Simak Tahapannya

Abdul menjelaskan alasan pihaknya akan melakukan pemantauan kembali hilal. 

"Berdasarkan catatan ilmu hisab, di 30 Ramadan itu ketinggian hilalnya sudah di 10 derajat, jadi sangat sangat mungkin terlihat," jelasnya. 

Adapun hari ini pemerintah menggelar sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1446 H. 

Pemerintah menyiapkan 33 titik pantauan lokasi hilal, kecuali di Bali. 

Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang tengah merayakan Hari Raya Nyepi.


 

Kami memberikan ruang untuk Anda menulis

Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.

Daftar di sini



Sumber : Kompas TV




KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x