> >

Lawatan Delegasi B20 Ke Singapura, Perkuat Kerjasama Regional Menuju Pemulihan Ekonomi Global

Advertorial | 19 Juni 2022, 15:03 WIB
Pertemuan Arsjad Rasjid (tengah) dengan ketua Singapore Economic Development Board (kedua dari kiri) (Sumber: Dok. Kadin)

Hal ini merupakan potensi kerjasama regional yang tidak hanya menguntungkan kedua negara, tetapi juga mampu melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi global pascapandemi di tengah transisi dunia menuju ekonomi hijau.

Saat ini Indonesia tidak hanya dipercaya sebagai Presidensi G20-B20, tetapi tahun depan juga akan
menjadi Ketua KTT ASEAN.

"Hal ini memperlihatkan bagaimana kepemimpinan Indonesia sudah kian diperhitungkan dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi kawasan dan global," sambung Shinta.

Shinta menambahkan, peranan strategis Indonesia ini akan semakin solid jika disertai dengan dukungan dan sinergi dari pelaku usaha Singapura dan Indonesia.
Presidensi yang dipegang Indonesia sebagai emerging-developing countries pertama yang mengemban Presidensi G20-B20 ini bukan hanya tonggak sejarah bagi peran strategis Indonesia dalam pemulihan ekonomi global pascapandemi.

Namun, hal tersebut juga menjadi platform penting mempercepat pertumbuhan ekonomi regional sekaligus berperan menjembatani kepentingan negara berkembang dan negara maju.

Sejumlah agenda pertemuan yang dilakukan di Singapura membahas agenda penting yang yang menjadi prioritas Presidensi G20 - B20.

Pembahasan yang dimaksud seperti renewable energy, digitalisasi, transformasi digital, dan arsitektur
kesehatan dunia yang menjadi dasar penting bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Salah satunya adalah dengan Singapore Business Federations yang merupakan representasi komunitas bisnis Singapura di G20 dan mewakili lebih dari 27 ribu perusahaan lokal dan asing Singapura di sektor bisnis, perdagangan, dan industri.

Baca Juga: Roadshow ke Eropa, KADIN Sebut Investor Eropa Tertarik untuk Tanam Modal di Indonesia

Agenda pembahasan ini terkait potensi peningkatan kerja sama pascapandemi dengan perusahaan Indonesia yang bergerak di sektor prioritas seperti manufaktur, infrastruktur, ekonomi digital
hingga layanan berbasis konsumen.

Potensi tersebut diyakini akan mempercepat pemulihan ekonomi dunia yang menjadi agenda utama G20 melalui B20 selaku business outreach.

Singapura dan Indonesia juga memiliki potensi besar untuk memperkuat kerja sama teknologi.

Pasalnya, banyak perusahaan teknologi Singapura-Indonesia yang sudah berstatus Unicorn dan Decacron dengan valuasi jutaan dolar.

Asia Tenggara, melalui kerjasama Singapura-Indonesia sebagai poros utama, bisa menjadi pusat pertumbuhan industri teknologi.

Melalui revolusi industri 4.0 dan adopsi teknologi yang saat ini menjadi prioritas dunia, potensi kerja sama kedua negara dinilai mampu mempercepat transformasi digital kawasan Asia Tenggara.

Arsjad menegaskan, digitalisasi tengah menjadi tren ekonomi dunia serta menjadi agenda B20.

Menurut Arsjad, Indonesia saat ini fokus membangun infrastruktur digital, mengembangkan kapasitas UMKM untuk mampu melakukan penetrasi pasar dalam rantai pasok dunia melalui adopsi teknologi digital.

"Karena itu, hubungan kedua negara sangat bermanfaat untuk tujuan tersebut," jelas Arsjad.

Dalam lawatan ini, rombongan juga melakukan pertemuan dengan Enterprise Singapore, Singapore Indian Chamber of Commerce and Industry (SICCI), Singapore Chinese Chamber of Commerce and Industry (SCCCI), ICONIQ Capital serta Singapore Economic Development Board (EDB).

Seluruh kunjungan ini bertujuan membangun fondasi yang penting untuk kembali memperkuat hubungan bilateral Singapura dan Indonesia.

Selain itu, kunjungan juga diharapkan untuk mengajak lebih banyak komunitas bisnis Singapura terlibat dalam kerja besar B20 dalam upaya mencapai pemulihan ekonomi global yang berkelanjutan melalui percepatan pertumbuhan negara-negara regional.

Sebagai investor terbesar di Indonesia, Singapura tentunya memainkan peran penting sebagai jembatan dalam membangun kepercayaan dunia usaha atas potensi investasi Indonesia.

Di dalam rangkaian B20 Summit November mendatang, Indonesia akan menawarkan beberapa pipeline projects yang sejalan dengan agenda utama, antara lain sektor energi terbarukan dan eco-tourism.

Penulis : Adv-Team

Sumber : Kompas TV


TERBARU