> >

Sri Mulyani Kaget Ada Guru Bahasa Arab Jago Ngajar APBN

Ekonomi dan bisnis | 26 November 2021, 11:48 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama dengan para guru pemenang Lomba Mengajar APBN 2021 yang digelar Kementerian Keuangan (25/11/2021). (Sumber: Instagram @smindrawati)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku terkejut dengan seorang guru Bahasa Arab yang ternyata sangat memahami APBN. Guru tersebut menjadi pemenang Lomba Mengajar APBN 2021 yang diselenggarakan Kementerian Keuangan.

"Kemarin saya bertemu dengan Pak M.Maulana Arif - seorang guru Bahasa Arab dari Sekolah Pangkep Sulawesi Selatan. Pak Maulana sungguh istimewa karena menjadi Juara Pertama “Lomba Mengajar APBN 2021” tingkat guru dengan membuat video edukasi pendek bertemakan APBN," tulis Sri Mulyani dalam akun Instagram resminya, Jumat (26/11/2021).

"Hebat ya, guru bahasa Arab bisa mengajar APBN..!" lanjutnya.

Sri Mulyani kemudian bercerita tentang 9 guru lainnya yang juga memenangkan lomba APBN dengan beragam latar belakang.

Baca Juga: Luhut: 126 Hari Covid Indonesia Betul-betul Terkendali

"Seperti pak Yosep Tetelepta guru matematika di SMAN 4 Maluku Tengah yang juga menjadi pemenang. Pak Yoseph setelah mengikuti lomba mengajar APBN menyampaikan ke saya, 'mengurus Keuangan Negara dan APBN sungguh rumit ya bu, lebih sulit dari pelajaran matematika," kata Sri Mulyani.

Guru Yoseph pun mendoakan agar jajaran Kementerian Keuangan terus diberikan kesehatan dan kekuatan mengurus keuangan negara.

Kemudian ada juga Nurfitriana yang merupakan Guru Bisnis Online di SMKN 1 Peusangan Aceh.  Saat bertemu Sri Mulyani, Nurfitriana menyampaikan apresiasinya terhadap sistem penyaluran dana Biaya Operasi Sekolah (BOS) yang langsung ke rekening sekolah.

"Bu Nurfitriana, Guru Bisnis Online, SMKN 1 Peusangan Aceh, salah pemenang lomba juga menyampaikan bahwa inovasi pemerintah (Kemendikbud dan Kemenkeu) untuk MENYALURKAN LANGSUNG dana BOS (Biaya Operasi Sekolah) ke rekening sekolah di bank sangat membantu sekolah dan para guru sekarang ada kepastian dan ketepatan saluran dana operasi sekolah," tutur Sri Mulyani.

Baca Juga: Mulai 1 Desember, Warga Indonesia Boleh Masuk Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari

"Bahagia mendengarnya..!," katanya.

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah mengalokasikan dana BOS sebesar Rp62,9 triliun, Tunjangan Profesi Guru ASND sebesar Rp 55,4 triliun, dan Tunjangan Profesi Guru non PNS sebesar Rp11,5 triliun dalam APBN 2021, untuk mendukung pendidikan Indonesia agar semakin maju dan berkualitas.

"Saya senang para guru terus mau berkembang dan mengikuti pengetahuan baru termasuk materi APBN #uangkita sehingga bisa memberikan edukasi sejak dini bagi para murid memahami mengenai Keuangan Negara, instrumen penting untuk mencapai cita-cita berbangsa dan bernegara Indonesia," kata dia.

Menurut Sri Mulyani, membagi pengetahuan dan informasi yang benar dan akurat mengenai Keuangan Negara dan APBN kepada masyarakat adalah bagian dari akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber :


TERBARU