> >

Ini 6 BUMN Dengan Utang Gede, Ada yang Lebih Dari Rp600 T!

Bumn | 8 Desember 2021, 11:27 WIB
Gedung Kementerian BUMN. Ada 6 BUMN yang memiliki utang jumbo, terbesar adalah PLN dengan utang lebih dari Rp600 T (8/12/2021). (Sumber: Dokumentasi Kementrian BUMN)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Kementerian BUMN mencatat, ada 6 BUMN yang memiliki utang besar. Penyebabnya beragam, mulai dari pendapatan yang anjlok akibat pandemi. Hingga praktik korupsi yang membuat perusahaan merugi.

Mengutip dari Kompas.com, Rabu (8/12/2021), berikut daftar 6 BUMN yang mempunyai utang menumpuk:

1. PT Angkasa Pura I

Utang AP I baru-baru ini terungkap, yaitu sebesar Rp35 triliun. Penyebabnya, pendapatan perusahaan yang anjlok selama pandemi melanda namun perusahaan harus tetap membiayai proyek pembangunan dan pengembangan sejumlah bandara.

Sampai saat ini pun AP I masih merugi sebesar Rp200 miliar setiap bulannya. Jika hal itu terus terjadi, utang AP I bisa membengkak hingga Rp38 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Uang Dinas PNS Daerah Lebih Gede dari Pusat

Ada 15 bandara yang berada di bawah AP I. Pada 2019, total penumpang dari 15 bandara itu mencapai 81,5 juta. Namun di 2020 menjadi hanya 32,7 juta dan diperkirakan di 2021 hanya mencapai 25 juta penumpang.

Di sisi lain, AP I harus mengeluarkan uang sebesar Rp19,2 triliun untuk pembangunan dan pengembangan bandara nasional. Dana tersebut paling banyak digunakan untuk membangun Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), yaitu sebesar Rp12 triliun.

2. PT Garuda Indonesia Tbk.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, hingga akhir September 2021 utang Garuda sudah mencapai 9,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp138,87 triliun (asumsi kurs Rp 14.200 per dollar AS).

Utang jumbo Garuda itu terdiri dari utang kepada lessor atau pihak yang menyewakan pesawat sebesar 6,35 miliar dollar AS, utang ke bank sekitar 967 juta dollar AS, dan utang dalam bentuk obligasi wajib konversi, sukuk, dan KIK EBA sebesar 630 juta dollar AS.

Baca Juga: Dirut Baru PLN Pernah Jadi Caleg PDIP, YLKI: Yang Utama Kepentingan Konsumen

Kementerian BUMN menyebut, Garuda sebenarnya sudah bangkrut secara teknis, namun belum secara legal. Lantaran utang Garuda lebih besar dibanding asetnya. Dengan utang mencapai mencapai 9,8 miliar dollar AS, sedangkan asetnya hanya sebesar 6,9 miliar dollar AS.

3. PT PLN

Penulis : Dina Karina Editor : Purwanto

Sumber : Kompas.com


TERBARU