> >

Target Mendag, Tak Sampai 6 Bulan Masalah Minyak Goreng Kemasan Sederhana Rp 14 Ribu Selesai

Kebijakan | 16 Juni 2022, 11:35 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengecek harga pangan di Pasar Cibubur, Jakarta Timur (16/6/2022). (Sumber: Tangkapan layar Breaking News Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan tak sepenuhnya sependapat dengan pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam hal minyak goreng curah.

Beberapa waktu lalu, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah akan menghapus minyak goreng curah secara bertahap.  Tidak dihapus, Zulkifli mengatakan minyak goreng curah tetap dijual Rp14 ribu, hanya saja kemasannya akan lebih sehat meski sederhana. 

"Saya enggak mengatakan minyak goreng curah dihapus, tapi kita cari yang lebih bagus," kata Zulkifli saat mengunjungi Pasar Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (16/6/2922). 

Ia menjelaskan, minyak goreng curah yang saat ini dikemas dalam plastik biasa kurang sehat untuk dikonsumsi masyarakat. Pihaknya akan menggantinya dengan kemasan sederhana.

Selain lebih sehat, minyak goreng dalam kemasan sederhana meminimalisir potensi kebocoran pasokan pihak yang tak bertanggung jawab.

Baca Juga: Sehari Jadi Menteri, Zulhas Langsung Turun ke Pasar: Masalah Utama Kita Bergantung Impor

"Minyak curah ini problem distribusinya pakai jerigen, kalau jerigen itu dipindahkan ya sudah yang 2 liter enggak kebagian. Jadi peluang bocornya besar," ujar Zulkifli Hasan.

Tapi kalau sudah di-packing kemasan 1 liter dengan sederhana kan lebih bagus. Apalagi kalau pakai tangki 6000 liter, itu kalau belok (pasokan nya diselewengkan)? Kan ada packing sederhana, itu juga enggak sehat kalau pakai plastik biasa," sambungnya.

Ia menambahkan, minyak goreng dalam kemasan sederhana juga akan memudahkan proses distribusinya. Namun memang ada tambahan biaya produksi Rp500 untuk kemasan sederhana.

Kemendag pun akan berkoordinasi dengan kementerian terkait, agar biaya pengemasan itu tidak membebani pedagang.

Penulis : Dina Karina Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU