> >

Presiden Ekuador Turunkan Harga BBM Setelah Aksi Protes Tewaskan 6 Orang

Ekonomi dan bisnis | 28 Juni 2022, 12:41 WIB
Pendemo melakukan aksi protes anti-pemerintah pada Kamis (23 Juni 2022) di tengah kebuntuan antara pemerintahan Presiden Guillermo Lasso dan demonstran pribumi yang menuntut diakhirinya penetapan masa darurat di Quito, Ekuador. (Sumber: Kompas.tv/Ant)

QUITO, KOMPAS.TV - Pemerintah Ekuador akan menurunkan harga BBM di negara itu, untuk meredam protes rakyat. Presiden Ekuador Guillermo Lasso mengatakan, harga bensin dan solar akan diturunkan agar gelombang unjuk rasa selama hampir 2 minggu berhenti.

Pasalnya, aksi tersebut juga berujung pada kericuhan dan sudah menewaskan enam orang. Rakyat Ekuador yang turun ke jalan itu menuntut berbagai hal, termasuk penurunan harga bahan bakar dan makanan.

Selain menurunkan harga BBM, Presiden Lasso, juga mengumumkan pemberian subsidi pupuk dan pengampunan utang. Pihaknya juga akan menemui kelompok-kelompok penduduk asli Ekuador pekan ini.

"Saya putuskan untuk menurunkan harga bensin ekstra dan Ecopais (produk bensin) sebesar 10 sen per galon dan juga solar sebesar 10 sen per galon," kata Lasso seperti dikutip dari Antara, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga: Ini Cara Daftar MyPertamina Agar Bisa Beli Pertalite dan Solar

Lasso menetapkan harga bensin ekstra 2,55 dolar (Rp37.742) per galon dan solar 1,9 dolar pada Oktober tahun lalu, yang memicu serangkaian protes.

Meski diturunkan 10 sen, harga bensin ekstra dan solar per galon masih lebih tinggi daripada yang diminta CONAIE, yang merupakan organisasi masyarakat asli.

Pemimpin CONAIE, Leonidas Iza, mengatakan harga bensin dan masalah-masalah lain sebagai hal yang belum terselesaikan dan bertekad untuk terus berdemonstrasi sampai semua persoalan itu selesai.

Aksi protes itu juga menyebabkan produksi minyak Ekuador anjlok, lebih dari separuhnya akibat penutupan jalan dan vandalisme.

Baca Juga: Puan Minta Sosialisasi Beli Migor Pakai PeduliLindungi Dilakukan Secara Masif

"Produksi minyak berada pada level kritis. Hari ini ada penurunan lebih dari 50 persen. Selama 14 hari demonstrasi, negara Ekuador tidak menerima pemasukan sekitar 120 juta dolar," kata Kementerian Energi Ekuador.

Sebelumnya, Ekuador menghasilkan sekitar 520.000 barel minyak per hari.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas.tv/Ant


TERBARU