> >

Penyesuaian Harga BBM Momentum Alihkan APBN dan Maksimalkan EBT

Ekonomi dan bisnis | 3 September 2022, 13:24 WIB
Ilustrasi SPBU sebagai tempat pengisian bahan bakar minyak (BBM) (Sumber: Kompas.com)

 

KOMPAS.TV – Adanya penyesuaian harga BBM subsidi yang akan dilakukan oleh pemerintah merupakan sebuah momentum terbaik untuk bisa mengalihkan APBN dan memaksimalkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). 

Saat ini, pemerintah tengah berfokus untuk bisa lebih memanfaatkan dengan maksimal penggunaan  EBT sehingga efisiensi akan APBN harus benar-benar dilakukan dengan sebaik mungkin. 

Salah satunya adalah dengan melakukan penyesuaian harga BBM dan difokuskan hanya untuk masyarakat yang membutuhkan saja. 

Baca Juga: BLT BBM Sebesar Rp 600.000 per 4 Bulan, Jokowi: Semoga Dapat Jaga Daya Beli Masyarakat

Pasalnya, Pengamat Isu-Isu Strategis, Prof. Imron Cotan menyatakan bahwa selama ini terdapat sekitar 20 persen APBN yang terkunci untuk pemberian subsidi yang tidak sehat karena tak tepat sasaran. 

“Kurang lebih 20 persen dari APBN kita itu terkunci untuk subsidi, dan itu tidak sehat karena yang selama ini terjadi tidak tepat sasaran,” kata Prof. Imron. 

Menurut Prof. Imron, penajaman subsidi harus segera dilakukan agar APBN tidak tertekan. Jika hal tersebut tidak segera dilakukan justru kecukupan anggaran akan habis di bulan September ini. 

“Ini penajaman penggunaan subsidi sehingga APBN kita tidak tertekan, yang mana sekarang ada Rp 502 triliun, sudah disisihkan dan September ini akan habis. Kalau diteruskan di September, kita harus nambah lagi Rp 198 triliun,” ungkap Prof Imron pada Sabtu (3/9) dalam dialog di stasiun televisi. 

Bukan hanya itu, sejatinya penggunaan minyak dengan berbahan fosil di lain sisi juga memiliki banyak dampak buruk. 

Penulis : Elva-Rini

Sumber : Kompas TV

Tag

TERBARU