> >

Hingga November 2022 Sudah 17 Startup Lakukan PHK, Ini Daftarnya

Ekonomi dan bisnis | 30 November 2022, 12:02 WIB
Ilustrasi Daftar perusahaan yang lakukan PHK hingga November 2022.  (Sumber: Tribunsolo.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Fenomena terjadinya badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia terus berlanjut. Hal ini terus terjadi sejak awal tahun seiring kabar potensi resesi global atau resesi 2023.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun mengaku fenomena badai PHK merasa sangat kikuk. Pasalnya, dia melihat pertumbuhan pajak karyawan atau PPh 21 hingga Oktober 2022 masih menunjukan tren pertumbuhan yang positif.

Sebagai gambaran saja, selama Januari-Oktober 2022, penerimaan PPh 21 tercatat sebesar Rp 118,4 triliun atau mengalami pertumbuhan 21 persen, angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan periode yang sama tahun lalu yang hanya tumbuh 2,7 persen.

"PPh 21 tumbuh 21 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 2,7 persen. Ini adalah PPh karyawan dan memang ini menjadi sangat agak kikuk kalau dibandingkan dengan beberapa berita mengenai PHK," kata Sri Mulyani dalam Youtube Kementerian Keuangan, Jumat (25/11/2022).

Diketahui, sepanjang tahun 2022 ini, perusahaan startup paling banyak mengisi daftar perusahaan yang melakukan PHK kepada karyawannya. Terbaru, perusahaan platform investasi Ajaib yang melakukan PHK massal pada 67 karyawannya pada akhir November 2022.

Inilah daftar 17 perusahaan teknologi dalam negeri yang melakukan PHK karyawan sepanjang tahun 2022, dari urutan terbaru hingga terlama. 

1. Ajaib

Startup Ajaib menjadi perusahaan terbaru yang melakukan PHK kepada karyawannya. Ajaib melakukan PHK kepada 67 karyawannya.

"Untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi kondisi makroekonomi yang tidak menentu, kami terpaksa melakukan perampingan karyawan yang berdampak ke 67 karyawan," tulis manajemen, dikutip Rabu (30/11/2022).

Baca Juga: Pajak Karyawan Naik Saat PHK Massal Terjadi, Sri Mulyani: Ini Sangat Kikuk

 2. Sirclo

Perusahaan omnichannel commerce enabler, Sirclo Group, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 8 persen dari total karyawan yang berlaku efektif per 22 November 2022.

Founder dan CEO Sirclo Group Brian Marshal mengatakan, keputusan tersebut didasari pada kebutuhan untuk beradaptasi di tengah kondisi makro ekonomi saat ini.

 3. Grab Kitchen

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, pihaknya melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan perusahaan startup digital. Rencananya, GrabKitchen ditutup mulai 19 Desember 2022, dan perusahaan akan melakukan PHK terhadap belasan karyawan.

 4. GoTo

PT Goto Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo melakukan PHK terhadap 12 persen dari total karyawannya atau sebanyak 1.300 orang.

CEO Grup GoTo Andre Soelistyo mengatakan, GoTo harus fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali perusahaan. Perampiangan ini dipicu oleh tantangan makro ekonomi global yang berdampak signifikan bagi para pelaku usaha di seluruh dunia.

 5. Ruangguru

Perusahaan teknologi rintisan yang bergerak di bidang pendidikan non-formal, Ruangguru (PT Ruang Raya Indonesia) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawannya.

Tim Komunikasi Perusahaan Gwendolyn menjelaskan, Ruangguru PHK karyawan lantaran ketidakpastian ekonomi global yang akhirnya berdampak terhadap perusahaan.

6. Shopee Indonesia

Pada 19 September 2022, PT Shopee Indonesia melakukan PHK terhadap sejumlah karyawannya. Berdasarkan sumber internal Shopee Indonesia, jumlah karyawan yang di-PHK sekitar 3 persen dari total karyawan. 

 "Kondisi ekonomi global menuntut kami untuk lebih cepat beradaptasi serta mengevaluasi prioritas bisnis agar bisa menjadi lebih efisien. Ini merupakan sebuah keputusan yang sangat sulit," ujar Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira

 7. LinkAja

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) alias LinkAja telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ratusan karyawanya. Head of Corporate Secretary Group LinkAja Reka Sadewo mengatakan, kebijakan ini disepakati lantaran perusahaan ingin melakukan reorganisasi SDM.

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU