> >

Garuda Tak Naikkan Harga Tiket Pesawat Mudik, Beri Harga Khusus untuk Lebaran ke Jakarta

Ekonomi dan bisnis | 27 Maret 2023, 08:14 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan, pihaknya tidak menaikkan harga tiket pada libur Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Irfan mengatakan, Garuda justru memberikan penawaran khusus buat Lebaran ke Jakarta. (Sumber: Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan pihaknya tidak menaikkan harga tiket pada libur Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Irfan mengatakan, Garuda justru memberikan penawaran khusus buat Lebaran ke Jakarta.

"Kita enggak naikkan harga kok. Malah kita kasih tawaran menarik buat Lebaran ke Jakarta," kata Irfan pada akhir pekan lalu, seperti dikutip dari Antara, Senin (27/3/2023).

Ia menjelaskan, Garuda Indonesia menawarkan program Lebaran ke Jakarta dengan periode pemesanan mulai 3 Maret hingga 1 Mei 2023 dan masa penerbangan mulai dari 13 April hingga 1 Mei 2023.

Harga tiket yang ditawarkan dalam sekali jalan menuju Jakarta dari Bali mulai dari Rp1,4 jutaan, Medan Rp1,7 jutaan, Gorontalo Rp2,2 juta, Padang Rp1,5 jutaan, Surabaya Rp1,1 jutaan, Lombok Rp1,4 jutaan, Palu Rp1,7 jutaan, Yogyakarta Rp900 ribuan, Makassar Rp1,6 jutaan, Semarang Rp700 ribuan.

Baca Juga: Kemenhub Sanksi Maskapai yang Langgar Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Garuda Indonesia juga memberikan penawaran ekstra bagasi mulai dari Rp15.000 serta diskon redeem (menukarkan) GarudaMiles yakni sebesar 20 persen.

Sementara terkait layanan penerbangan yang nyaman dan aman, Irfan menuturkan terdapat standard operating procedure (SOP) berupa checklist sebelum penerbangan.

"Di kami ada yang namanya checklist, nah bila tidak memenuhi syarat pasti akan ada action plannya demi keselamatan dan kenyamanan bersama," ujarnya.

Diberitakan Kompas TV sebelumnya, memasuki periode mudik Lebaran 2023, Kemenhub meminta tidak menaikkan harga tiket sewenang-wenang.

“Ada hal yang penting yang ingin kami sampaikan ke operator, tolong tidak menaikkan tarif sewenang-wenang,” kata Menhub Budi Karya Sumadi usai rapat terbatas soal arus mudik dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (24/3).

Baca Juga: Bocoran Tanggal Pencairan THR dari Pengusaha, Apindo: Kami yakin Semuanya Bisa Bayar, Tidak Dicicil

“Kita tahu saudara-saudara kita butuh (transportasi) untuk mudik atau berlibur. Operator supaya kooperatif jangan menaikkan tarif yang berlebihan. Kita (pemerintah) ada batas atas, apabila melampaui batas atas maka kami akan tegur dengan sanksi-sanksi yang tegas,” ujarnya.

Dia mengatakan, batas atas harga tiket adalah sebuah titik jumpa agar operator mendapatkan keuntungan dan tidak mengganggu daya beli masyarakat.

 

“Oleh karenanya kami selalu memantau dari hari ke hari batas atas, baik itu pesawat, bus, kereta api. Itu tidak boleh dilanggar, kalau dilanggar kami akan memberikan sanksi. Kami minta operator kooperatif dan teman-teman media tolong bantu agar bisa memantau atau melakukan pengawasan terhadap harga tiket ini,” ucapnya.

Menhub juga menyampaikan potensi kenaikan jumlah pemudik secara nasional tahun ini, yaitu dari 85 juta menjadi 123 juta orang.

Baca Juga: Ini 4 Aplikasi Islami Untuk Menemani Momen Ngabuburit Agar Makin Berkah

Untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) jumlah pemudik diperkirakan mengalami kenaikan dari 14 juta menjadi 18 juta orang.

“Artinya terjadi kenaikan 47 persen untuk nasional dan 27 persen untuk Jabodetabek,” sebutnya.

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber :


TERBARU