> >

Impor Beras Berlanjut, Pemerintah Berencana Datangkan 1,5 Juta Ton dari Vietnam dan Thailand

Ekonomi dan bisnis | 9 Oktober 2023, 19:27 WIB
Presiden Jokowi meninjau panen raya di Subang, Jawa Barat, Minggu (8/10/2023). Pemerintah berencana menambah impor beras sebanyak 1,5 juta ton dari Vietnam dan Thailand. (Sumber: Antara/SIGID KURNIAWAN)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Pemerintah berencana menambah impor beras sebanyak 1,5 juta ton.

Plt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi mengatakan, impor dilakukan sebagai upaya memenuhi Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Pasalnya, kekeringan akibat El Nino diprediksi akan terus berlanjut hingga Desember 2023.

Arief yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menyebut, impor 1,5 juta ton beras akan berasal dari Vietnam dan Thailand.

"Kemudian penambahan 1,5 juta ton, berapapun yang bisa masuk untuk memback up lebih baik," kata Arief di Kementerian Pertanian, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (9/10/2023).

"Tapi saya pinginnya ke depan panennya itu Sukamandi, Pinrang, Sidrap, Lampung, kita pinginnya nanti lokal. Jangan kita bangga impor-impor terus. Ini hanya emergency untuk men-top-up stock levelnya Bulog," tambahnya.

Baca Juga: Pembatasan Pembelian Beras SPHP Tak Hanya di Ritel Moderen, tapi Juga di Pasar Tradisional

Arief menyebut izin impor tambahan itu sudah diterbitkan oleh kementerian Perdagangan. Namun ia belum mengungkapkan, kapan pastinya impor dilakukan.

"Sudah, sudah selesai semua. Kemenko sudah, sini sudah, Menteri Perdagangan juga sudah. Jadi, ini buktinya bahwa koordinasi antara kementerian lembaga sudah sangat cepat sekarang," ujarnya.

Impor 1,5 juta ton itu di luar dari impor beras 2 juta ton, yang sudah dilakukan sepanjang tahun ini hingga November 2023 nanti.

Arief menerangkan, berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), stok beras per 6 Oktober 2023 di gudang Bulog sebesar 1,7 juta ton.

Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas.com, Antara


TERBARU