> >

Anies Ingin Turunkan Rasio Utang Jadi 30 Persen dan Angka Kemiskinan 4-5 Persen di 2029

Ekonomi dan bisnis | 8 November 2023, 13:59 WIB
Bakal calon presiden Anies Baswedan (kiri) bersalaman dengan bakal calon wakil presiden Muhaimin Iskandar (kanan) saat pertemuan di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta, Senin (11/9/2023). (Sumber: KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan menyatakan, pihaknya akan berupaya menurunkan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 30 persen. Ia menilai, masalah utang sebuah negara bukan terletak pada jumlahnya, tapi pada persentasenya.

“Utang itu problemnya bukan nominal, tapi presentasenya. Itu kita targetkan maksimal 30 persen,” kata Anies dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Ia menerangkan, cara untuk mencapai rasio utang 30 persen adalah dengan memperbesar PDB Indonesia.

“Bagaimana caranya? PDB nya digedein, nanti kan persentasenya turun,” ujarnya.

Baca Juga: Anies Baswedan akan Lanjutkan Hilirisasi dan BLT dari Era Jokowi

Kemenkeu mencatat, hingga akhir September 2023, total utang pemerintah adalah sebesar Rp7.891 triliun dengan rasio utang sebesar 37,95 persen terhadap PDB.

Pasangan Anies-Muhaimin juga menargetkan angka kemiskinan di level 4-5 persen di 2029, sedangkan angka kemiskinan ekstrem diharapkan bisa 0 persen. Sementara saat ini angka kemiskinan ada di level 9-10 persen.

Ia pun kemudian menyinggung soal ketimpangan sosial ekonomi yang terjadi di Indonesia saat ini. Menurut Anies, ada sejumlah daerah yang pertumbuhan ekonominya tinggi tidak disertai dengan pemerataan ekonomi. Ia mencontohkan wilayah Maluku, yang pertumbuhan ekonominya tinggi tapi tingkat penganggurannya tidak turun.

Baca Juga: Namanya Disebut Bakal Menangkan Prabowo-Gibran di Jawa Timur, Begini Respons Khofifah

Sebagai informasi, berdasarkan data BPS, Pulau Maluku mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas 9 persen pada kuartal III-2023. Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang ada di angka 4,9 persen.

Penulis : Dina Karina Editor : Iman-Firdaus

Sumber :


TERBARU