> >

Banyak Pesanan Pesawat Tapi PTDI Cicil Gaji Karyawannya, Ternyata Ini Alasannya

Ekonomi dan bisnis | 18 Desember 2023, 23:40 WIB
Pesawat buatan PTDI yang dipakai Angkatan Udara Filipina. PT Dirgantara Indonesia (PTDI) disebut mencicil pembayaran gaji karyawannya karena masalah keuangan. Informasi itu mencuat dari surat perusahaan yang beredar, yang ditujukan kepada para pegawainya. (Sumber: PT Dirgantara Indonesia )

JAKARTA, KOMPAS.TV- PT Dirgantara Indonesia (PTDI) disebut mencicil pembayaran gaji karyawannya karena masalah keuangan. Informasi itu mencuat dari surat perusahaan yang beredar, yang ditujukan kepada para pegawainya. 

Surat itu menyebutkan jika gaji bulan November 2023 paling lambat akan dibayarkan 22 Desember 2023. Sedangkan nilai gaji yang akan dibayarkan selanjutnya maksimal Rp1 juta. 

Surat edaran tersebut bernomor SE/028/030.02/KU 0000/PTD/12/2023 tentang Kekurangan Pembayaran Gaji Bulan November 2023. Surat tertanggal 15 Desember 2023 itu ditandatangani oleh Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM Wildan Arief.

"Kami atas nama direksi dan manajemen PT Dirgantara Indonesia, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh karyawan atas tertundanya pelunasan pembayaran gaji bulan November 2023 ini, dan kepada seluruh karyawan agar senantiasa menjaga suasana kerja yang kondusif dan produktif," demikian tulis PTDI dalam surat edaran tersebut. 

Baca Juga: Menhan Prabowo Dukung Kerja Sama PTDI dan Malaysia untuk Penguatan Dirgantara RI

Sekretaris Perusahaan PTDI Gemma Grimald pun buka suara soal hal itu. Ia menegaskan, gaji karyawan PTDI tidak dipotong. Tapi pembayaran dilakukan dengan cara mencicil. 

Gemma juga mengaku keputusan tersebut sudah dibicarakan dengan perwakilan pekerja. 

"Permasalahan gaji ini sudah diantisipasi dan dikomunikasikan, serta dibahas bersama dengan perwakilan karyawan. Oleh karenanya, sampai dengan saat ini gaji karyawan tidak pernah dipotong (dikurangi) pembayarannya, hanya saja dibayarkan secara bertahap," jelas Gemma seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (18/12).

Gemma menerangkan, masalah keuangan yang dialami perusahaan saat ini karena pembayaran yang tersendat dari konsumen PTDI. Meski kontrak kedua pihak telah ditandatangani dan efektif berjalan, pembayarannya masih memerlukan waktu. 

Baca Juga: Pindad Eskpor Amunisi 2 Kontainer Setiap Bulan ke Amerika, Targetkan Pendapatan Rp27 T di 2023

Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas.com


TERBARU