> >

Bahlil Bandingkan Kinerjanya dengan Tom Lembong: Tamatan Harvard, Wariskan Investasi Mangkrak

Ekonomi dan bisnis | 24 Januari 2024, 17:18 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membandingkan kinerjanya dengan pendahulunya, Tom Lembong. (Sumber: Instagram @bahlillahadalia)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membandingkan kinerjanya dengan pendahulunya, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong.

Menurut Bahlil, ketika BKPM masih dikepalai Franky Sibarani pada 2015, target investasi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), tercapai. Namun, kemudian Franky di-reshuffle dan diganti pejabat yang Bahlil tidak ingin menyebut namanya.

Sebagai informasi, Tom Lembong menjabat sebagai kepala BKPM pada periode 2016-2019.

"Tahun 2015, zaman Pak Franky (Franky Sibarani), (target) RPJMN itu Rp519 triliun. Alhamdulilah tercapai Rp545,40 triliun," kata Bahlil," saat memaparkan realisasi investasi 2023 di Jakarta, Rabu (24/1/2024).

"Kemudian diganti oleh, saya pikir teman-teman sudah tahu, tidak perlu saya sebutkan namanya. Itu di 2016 ada reshuffle kabinet, kemudian pejabat terdahulu saya masuk dan itu target RPJMN Rp594,8 triliun, realisasinya Rp612,8 triliun," lanjutnya.

Baca Juga: Penjelasan Menteri Bahlil soal Djarum dan Wings Grup Tak Masuk Konsorsium Investor IKN

Menurut Bahlil, pada dua tahun awal BKPM dikepalai Tom, realisasi investasi mencapai target. Katanya, realisasi investasi pada 2017 mencapai Rp682,9 triliun dari target Rp678,8 triliun. Namun, pada tahun berikutnya, Bahlil menyebut Tom tidak memenuhi target.

"Pada 2018, wartawan catat ini, (target) RPJMN kita Rp765 triliun, realisasi investasinya Rp721,30 triliun. Jadi, dalam fasenya, itu ada target yang tidak tercapai," kata Bahlil, dikutip Antara.

Ketika dilantik menjadi kepala BKPM pada Oktober 2019, Bahlil menyebut dirinya diwarisi investasi mangkrak senilai Rp708 triliun.

Dalam kurun tiga tahun, Bahlil mengeklaim berhasil mengeksekusi sebanyak 78,9 persen atau Rp558 triliun dari total investasi mangkrak tersebut.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Antara


TERBARU