> >

BLACKPINK dan Raisa Dipastikan Tak Konser di Stadion Utama GBK

Musik | 30 November 2022, 18:59 WIB
BLACKPINK akan bawakan Pink Venom secara perdana di MTV Video Music Award (VMA) 2022, 29 Agustus 2022 mendatang. (Sumber: Instagram/@blackpinkofficial)

JAKARTA, KOMPAS.TV - BLACKPINK dan Raisa dipastikan tak boleh konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Hal ini merujuk surat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tentang larangan penggunaan Stadion Utama GBK di luar kepentingan sepak bola dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Larangan FIFA berlaku pula untuk enam stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia U20 2023.

Enam stadion itu adalah SUGBK, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Stadion Si Jalak Harupat, Stadion Manahan, Stadion Gelora Bung Tomo, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta.

BLACKPINK semula dijadwalkan konser di Stadion Utama GBK pada 11 dan 12 Maret 2023. Raisa juga akan manggung di lokasi yang sama pada 25 Februari 2023.

Adanya larangan dari FIFA itu membuat dua acara tadi terancam gagal atau pindah lokasi.

Baca Juga: Konser BLACKPINK di GBK Masih Bisa Dipertimbangkan, Dirut PPKGBK: Semoga Bisa Terlaksana

“Setelah berkonsultasi dengan manajemen lapangan FIFA, kami menginformasikan, bahwa kami tidak dapat menyetujui jadwal yang sudah dijadwalkan,” demikian balasan dari FIFA, dilansir dari laman pssi.org.

Men’s Tournament Manager FIFA, Christian Schmolzer, menjelaskan bahwa aktivitas konser itu akan membuat lapangan stress dan menghalangi pihak FIFA untuk menerapkan program manajemen lapangan.

“Mengadakan dua konser dengan beberapa hari penyiapan dan pembongkaran aktivitas di lapangan permainan, tentu ini akan membuat lapangan menjadi 'stres' yang akan menghalangi kami untuk menerapkan program manajemen lapangan sesuai rencana,” jelas Schmolzer.

Baca Juga: Benarkah Stadion GBK Tak Boleh Dipakai sebelum Piala Dunia U20? Begini Aturan FIFA

Tak hanya itu, penggunaan stadion di luar kepentingan sepak bola juga dinilai kontradiktif dengan anggaran belanja yang telah disetujui pemerintah untuk menyediakan lapangan sepak bola berkualitas tinggi.

“Akan menjadi kontradiktif dengan membiarkan acara ini berlangsung sedekat mungkin dengan turnamen,” pungkas dia.

 

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Purwanto

Sumber : PSSI


TERBARU