> >

Haru, Setelah 24 Tahun Motoran Keliling China, Seorang Bapak Reuni dengan Anaknya yang Diculik

Kompas dunia | 16 Juli 2021, 16:20 WIB
Guo Gangtang dan istrinya menangis saat bertemu kembali dengan anaknya yang hilang diculik 24 tahun lalu. (Sumber: South China Morning Post)

SHANGHAI, KOMPAS.TV - Guo Gangtang bukan seorang laki-laki biasa.

Laki-laki asal Provinsi Shandong, China ini tak kenal menyerah mencari anaknya yang menjadi korban penculikan selama 24 tahun.

Perjuangan Guo ternyata tak sia-sia. Baru-baru ini, ia bisa kembali bertemu anak laki-lakinya.

Kegigihan Guo memang tak biasa. KIsahnya sampai menginspirasi film berjudul Lost and Love yang menampilkan aktor Hongkong terkenal, Andy Lau.

Baca Juga: Cerita Raja Bhutan Blusukan Mendaki Gunung Lewati Hutan untuk Mengecek Penerapan Protokol Covid-19

Melansir South China Morning Post, semua ini bermula pada 21 September 1997.

Saat itu, anak laki-laki Guo yang berusia 2 setengah tahun sedang bermain sendirian di luar rumah.

Tak dinyana, seorang perempuan menculiknya.

Syok, berat badan Guo turun 20kg dan seluruh rambutnya memutih, sebulan setelah penculikan anaknya.

Namun, Guo tak kenal menyerah mencari anaknya.

Ia mencetak dan membagikan foto anaknya pada banyak orang di pinggir jalan.

Ia berkeliling China menggunakan motor demi mendapat petunjuk keberadaan anaknya.

Di samping motornya, Guo juga memasang 2 banner berisi informasi anaknya yang hilang.

Selama puluhan tahun, Guo telah melalui perjalanan hingga setengah juta kilometer.

Bahkan, ia telah berganti kendaraan 11 kali karena motor-motor sebelumnya rusak.

Dalam perjalanan, ia mengalami banyak hal pahit, mulai kecelakaan, diintimidasi orang, hingga tidur di bawah jembatan saat tak punya uang.

“Aku tak punya alasan untuk berhenti mencari. Mustahil juga buatku untuk berhenti,” ujar Guo pada Qilu News di tahun 2015.

Saking putus asanya, Guo mengaku ia pernah ingin bunuh diri.

Namun, ia kembali teringat anaknya saat melihat foto di banner motornya.

Baca Juga: Kisah Satu Keluarga Selamat Dari Banjir Bandang NTT, Hanya Bisa Pasrah

“Putraku seperti berkata padaku, ‘ayah, Xiao Liu akan terus menemanimu saat hujan badai,” tutur Guo.

Guo membantah dirinya adalah ayah yang hebat.

Ia mengaku, justru rasa putus asa kehilangan anaknya yang membuat dirinya tak berhenti mencari.

Beberapa tahun lalu, ia membuat situs berisi informasi soal modus penculikan anak hasil dari perjalanannya.

Dengan petunjuk dari Guo, polisi setempat berhasil menemukan lebih dari 100 anak korban penculikan.

Semua itu akhirnya berbuah baik. Polisi di Provinsi Henan, wilayah tetangga rumah Guo, melakukan pengecekan darah anaknya.

Mereka menemukan kesamaan DNA anaknya itu dengan Guo Gangtang.

Akhirnya, Guo kembali bertemu dengan anaknya pada 11 Juli 2021.

Saat bertemu kembali, Guo dan istrinya menangis dan langsung memeluk anak mereka.

“Sayangku, kamu kembali!” ujar istri Guo dalam sebuah video pertemuan yang dirilis media pemerintah, CCTV.

“Hari ini benar-benar penting bagiku. Anakku telah ditemukan. Masa depan benar-benar penuh kebahagiaan. Puji tuhan,” tulis Guo di akun media sosialnya.

Baca Juga: Kisah Haji Momo, Bantu Isi Ulang Tabung Oksigen di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Usut punya usut, anak Guo ternyata diculik pasangan bernama Tang (45) dan Hu (56).

Keduanya mengeruk keuntungan dengan menjual anak Guo.

Hu telah tertangkap karena kasus kriminal lainnya. Sementara, Tang baru tertangkap polisi Juni 2021.

Reuni orangtua dan anak ini tak lepas upaya pemerintah setempat mempercepat investigasi berbagai kasus penculikan.

Sejak awal 2020, 2.609 anak korban penculikan berhasil ditemukan.

Salah satunya adalah korban penculikan yang hilang 61 tahun lalu.

Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/SCMP


TERBARU