> >

Mantan Polisi China Ungkap Penyiksaan Tahanan Uighur di Xinjiang, Pengakuannya Bikin Merinding

Kompas dunia | 17 Oktober 2021, 17:50 WIB
Kamp pendidikan ulang di Xinjiang. (Sumber: AP Photo)

BEIJING, KOMPAS.TV - Seorang mantan polisi China mengungkapkan penyiksaan brutal yang dilakukannya terhadap tahanan di Provinsi Xinjiang.

Mantan petugas yang hanya diketahui bernama Jiang, mengungkapkan dirinya adalah bagian dari kebijakan “Pembangunan Xinjiang” tiga tahun lalu.

Ia pun bekerja di kamp pendidikan ulang di mana minoritas muslim Uighur ditahan.

Pria 39 tahun itu melarikan diri dari China pada akhir tahun lalu, dan kini berada di negara Uni Eropa (UE) untuk mencari suaka.

Baca Juga: Nenek 72 Tahun Selundupkan Kokain Rp19 Miliar di Kapal Pesiar, Meninggal Mengenaskan di Penjara

Jiang pun menjadi pelapor pertama dari pihak keamanan China yang mengonfirmasikan laporan adanya penyiksaan di kamp pendidikan ulang Xinjiang.

Berbicara secara eksklusif kepada Daily Mail dikutip dari Daily Star, ia membicarakan bagaimana dirinya telah menyiksa korbannya dan yang paling muda berusia 14 tahun.

Ia mengatakan melakukannya untuk mencari tahu apakah mereka memiliki kecenderungan melakukan subversi, sebelum mengirim mereka bergabung dengan dua juta orang lainnya di kamp penahanan China.

“Akan ada tiga petugas di sebuah ruangan yang menendang dan meninju orang, menggunakan cambuk ke punggung mereka,” katanya.

“Mereka menggunakan ikat pinggang, yang merupakan metode paling kejam. Orang tidak bisa bertahan lama dan akhirnya dipukuli sampai mati,” tambahnya.

Jiang juga mengungkapkan para tahanan tak diperbolehkan untuk tidur hingga beberapa hari.

“Kadang cara termudah adalah yang terburuk dan paling efektif. Setelahnya, mereka akan dibawa ke rumah sakit untuk dipulihkan kembali,” tuturnya.

Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Daily Star


TERBARU