> >

Puluhan Kapal Perang Hantu dari Perang Dunia Ke-II Muncul dari Dasar Laut, Ini Sebabnya

Kompas dunia | 1 November 2021, 13:25 WIB
Bangkai kapal perang hantu dari Perang Dunia Ke-II muncul dari dasar laut di Iwo Jima, Jepang karena meletusnya gunung berapi di bawah laut. (Sumber: Mirror)

IWO JIMA, KOMPAS.TV - Puluhan bangkai “kapal perang hantu” dari Perang Dunia ke-II kembali muncul dari dasar laut ke permukaan di Samudera Pasifik.

Kemunculan kembali mereka diyakini disebabkan oleh meletusnya gunung berapi di dasar laut.

Berdasarkan rekaman dan foto, menunjukkan kapal-kapal perang tersebut muncul  ke permukaan laut yang berjarak sekitar 1.287km dari Tokyo.

Aktivitas seismik yang berasal dari gunung berapi bawah air Fukutoku-Okanoba menciptakan sebuah pulau kecil berbentuk C dengan diameter sekitar 1km.

Baca Juga: Ditinggal AS, Sejumlah Mantan Tentara Afghanistan Gabung dengan ISIS

Namun sejak kemunculannya, pulau itu semakin tenggelam dan diperkirakan hanya berukuran sepertiga dari awalnya.

Menurut Penjaga Pantai Jepang, pulau itu muncul dan terbentuk dari lava yang mengeras dan batu apung, serta abu vulkanik.

Tetapi seperti dikutip Mirror, letusan gunung itu juga membuat 24 kapal perang yang tenggelam data pertempuran Iwo Jima pada 1945 juga kembali muncul.

Pada pertempuran tersebut, sekitar 70.000 marinir Amerika Serikat (AS) berperang melawan 20.000 tentara Jepang yang bersembunyi di bunker yang berada di belakang batuan vulkanik di pulau tersebut.

Setelah perang usai, sekitar 20.000 marinir terluka dan nyaris sekitar 7.000 orang tewas.

Pada pertempuran tersebut, nyaris semua prajurit Jepang terbunuh, dan menandai perang itu sebagai salah satu yang paling berdarah di Perang Dunia ke-II.

Kapal perang yang kembali muncul ke permukaan diyakini sebagai kapal Jepang yang ditangkap Angkatan Laut AS seusai perang.

Berdasarkan Arsip Nasional AS, karena Iwo Jima tak memiliki Pelabuhan, kapal ditenggelamkan secara paralel ke garis pantai untuk memecah gelombang.

Ini bukan pertama kalinya kapal-kapal perang itu terlihat, karena 35 tahun lalu juga pernah terjadi juga karena aktivitas seismik, namun terseret lagi ke dasar laut.

Baca Juga: Kereta Tabrakan di Dalam Terowongan, 17 Orang Terluka dan Bayi yang Baru Lahir Bisa Diselamatkan

“Daerah laut yang berubah warna telah menyebar ke daerah sekitarnya, yang menunjukkan bahwa aktivitas gunung berapi belum berkurang,” tutur Direktur Pusat Promosi Penelitian Volkano, Setsuya Nakada.

“Hal itu kemungkinan adanya sebuah letusan besar di Iwo Jima,” tambahnya.

Jepang sendiri memiliki sekitar 100 gunung berapi aktif, dan merupakan 10 persen dari semua gunung berapi aktigf di dunia.

Mereka termasuk dalam Cincin Api Pasifik, yang disebabkan zona subduksi lempeng Pasifik di bawah lempeng benua dan lempeng samudera lainnya.

Penulis : Haryo Jati Editor : Purwanto

Sumber : Mirror


TERBARU