> >

Nobatkan Pejabat Kontroversial UEA sebagai Presiden, Interpol Tuai Protes

Kompas dunia | 26 November 2021, 00:05 WIB
Mayjen Ahmed Naser al-Raisi tampak berbicara menggunakan ponselnya dalam sidang tahunan Interpol hari pertama di Istanbul, Turki, Selasa (23/11/2021). Al-Raisi, seorang pejabat kontroversial yang dituding melakukan penyiksaan sewenang-wenang, terpilih menjadi presiden Interpol yang baru. (Sumber: AP Photo/Francisco Seco)

“Ini hari yang menyedihkan bagi keadilan internasional dan kepolisian dunia,” ujar Matthew Hedges, seorang mahasiswa doktoral Inggris. Hedges sempat dipenjara di UEA selama hampir 7 bulan pada 2018 atas tuduhan mata-mata.

“Saya sungguh cemas memikirkan apa artinya ini bagi orang-orang seperti saya yang telah disiksa oleh tangan-tangan UEA dan dipaksa membuat pengakuan palsu di bawah siksaan,” terangnya dalam pernyataan lewat surel.

Kata Hedges, dirinya disiksa dan dikurung selama berbulan-bulan tanpa akses ke pengacara.

Ali Issa Ahmad, seorang penggemar sepak bola, juga menyatakan hal serupa. Ia disiksa oleh badan keamanan UEA selama turnamen sepak bola Asia Cup 2019. 

“Saya tak akan berhenti berjuang demi keadilan atas penyiksaan yang saya alami di bawah pengawasan Al-Raisi. Saya harap Interpol tak mengizinkannya menyiksa orang lain,” katanya.

Baca Juga: Interpol Tidak Terbitkan Red Notice, Polri Terkendala Tangkap Jozeph Paul Zhang

Al-Raisi menggantikan Kim Jong Yan dari Korea Selatan, wakil presiden yang terpilih sebagai pengganti Meng dan menjalankan sisa waktu jabatan Meng. Masa jabatan Kim seharusnya berakhir pada 2020, tapi diperpanjang setahun lantaran pandemi Covid-19 memaksa Interpol meniadakan sidang tahunannya tahun lalu.


 

Penulis : Vyara Lestari Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Associated Press


TERBARU