> >

Ditemukan Virus Corona Varian Baru, Inggris Berlakukan Larangan Perjalanan ke Enam Negara Afrika

Kompas dunia | 26 November 2021, 07:18 WIB
Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid dalam media briefing di London, Inggris, Rabu, 20 November 2021. Pada Kamis, 25 November 2021, ia mengumumkan bahwa Inggris memberlakukan larangan perjalanan pada enam negara di Afrika. (Sumber: Associated Press)

LONDON, KOMPAS.TV - Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan, ada ekhawatiran atas munculnya virus corona varian baru di Afrika Selatan, Kamis (25/11/2021). Varian baru ini diperkirakan lebih menular daripada varian delta.

Atas ditemukannya varian baru ini, Inggris mengumumkan larangan perjalanan ke enam negara di Afrika, termasuk Afrika Selatan.

Javid menyatakan, vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini mungkin kurang efektif terhadap varian tersebut.

"Sekarang untuk menjadi jelas, saat ini kami belum mendeteksi varian baru ini di Inggris, tetapi kami selalu jelas bahwa kami akan mengambil tindakan untuk melindungi kemajuan yang telah kami buat. Jadi yang akan kami lakukan adalah mulai tengah hari besok, kami akan menangguhkan semua penerbangan dari enam negara di Afrika dan kami akan menambahkan negara-negara itu ke daftar merah perjalanan,” ujar Javid seperti dikutip dari The Associated Press.

Baca Juga: Jokowi Minta Waspadai Lonjakan Covid-19: di Eropa Sedang Tinggi-Tingginya..

Javid menambahkan, negara-negara tersebut adalah Afrika Selatan, Namibia, Lesotho, Eswatini, Zimbabwe dan Botswana.

Inggris akan mewajibkan siapa pun yang datang dari negara-negara itu mulai jam 4 pagi pada hari Minggu untuk dikarantina di hotel .

Jika ada yang datang sebelum itu, mereka harus mengisolasi diri di rumah dan menjalani tes PCR pada hari kedua dan delapan. 

“Dan jika ada orang yang datang dari negara-negara itu selama 10 hari terakhir, kami akan meminta mereka untuk melakukan tes PCR," tambahnya.

Virus corona berevolusi saat menyebar dan membuat banyak varian baru, termasuk yang memiliki mutasi yang mengkhawatirkan.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Fadhilah

Sumber : Associated Press


TERBARU