> >

Pernyataan Mengejutkan Macron: Tak Ada Artinya Boikot Diplomatik Olimpiade Musim Dingin di China

Kompas dunia | 10 Desember 2021, 11:03 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam jumpa pers dengan wartawan di KTT G-20 di Roma, Italia, Minggu, 31 Oktober 2021. (Sumber: Associated Press)

PARIS, KOMPAS.TV - Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan tak ada artinya boikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing, China.

Ia melihat hal itu hanya sebuah simbolis belaka dan tak memiliki dampak yang berarti.

Macron sendiri menegaskan Prancis tak berencana ikut serta boikot diplomatik olimpiade musim dingin 2022, Kamis (9/12/2021).

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Australia dan Lithuania mengumumkan telah melakukan boikot diplomati di ajang tersebut.

Baca Juga: China Tumpahkan Amarah ke Inggris karena Boikot Diplomatik Olimpiade Musim Dingin 2022

Boikot diplomatik tersebut berarti mereka tak akan mengirimkan perwakilan pemerintah pada Olimpiade Musim Dingin yang akan diadakan Februari mendatang.

Hal itu sebagai bentuk protes terhadap catatan hak asasi manusia (HAM) China yang mengkhawatirkan.

Termasuk tuduhan kekerasa terhadap kaum Uighur dan minoritas lainnya.

Selain itu juga karena kekerasan terhadap kebebasan berpolitik di Hong Kong serta kabar menghilangnya petenis Peng Shuai, yang mengaku dilecehkan secara seksual oleh petinggi Partai Komunis China.

China menegaskan negara yang melakukan boikot diplomatik akan membayar harga atas aksi mereka yang salah.

Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti

Sumber : BBC


TERBARU