> >

Terungkap! Jerman Janji Terima 25.000 Pengungsi Afghanistan

Kompas dunia | 11 Desember 2021, 13:56 WIB
Sejumlah pengungsi Afghanistan di Chaman, kota perbatasan provinsi Baluchistan, Pakistan. Jerman terungkap berjanji untuk menerima 25.000 warga Afghanistan yang dianggap paling rentan menghadapi bahaya setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul, menurut surat yang ditulis seorang pejabat tinggi Uni Eropa yang dilansir The Straits Times. (Sumber: AP Photo/Jafar Khan)

BRUSSELS, KOMPAS.TV - Jerman terungkap berjanji untuk menerima 25.000 warga Afghanistan yang dianggap paling rentan menghadapi bahaya setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul, menurut surat yang ditulis seorang pejabat tinggi Uni Eropa seperti dilansir The Straits Times, Sabtu (11/12/2021).

Jumlah yang dijanjikan Jerman itu bagian dari sekitar 40.000 warga Afghanistan yang masuk kategori berada dalam bahaya dan akan diterima oleh negara-negara anggota Uni Eropa.

Jerman mencatatkan rekor karena sempat menerima hampir 900.000 orang yang mencari perlindungan pada 2015. Sebagian besar dari mereka berasal dari Suriah, Afghanistan, dan Irak.

Dalam sebuah surat bertanggal 9 Desember yang dibaca Reuters pada Jumat, seperti dilansir Straits Times, Komisaris urusan Dalam Negeri Uni Eropa Ylva Johansson meminta negara-negara anggota Uni Eropa pada akhir 2022 sudah memenuhi janji menyediakan permukiman bagi orang-orang tersebut.

"Orang-orang yang rentan dan para pengungsi, yang menghadapi risiko, sedang menunggu untuk berangkat guna memulai hidup baru dengan aman dan bermartabat," katanya.

Sementara itu, Belanda setuju menerima lebih dari 3.100 warga Afghanistan yang nyawa dan keselamatan mereka saat ini dianggap berada dalam bahaya.

Baca Juga: Indonesia Berencana untuk Kembali Aktifkan Kedutaan Besar di Kabul Afghanistan

Anak-anak Afghanistan yang terancam bencana kekurangan pangan. Jerman terungkap berjanji untuk menerima 25.000 warga Afghanistan yang dianggap paling rentan menghadapi bahaya setelah Taliban mengambil alih kekuasaan di Kabul, menurut surat yang ditulis seorang pejabat tinggi Uni Eropa yang dilansir The Straits Times. (Sumber: Straits Times/DW)

Prancis dan Spanyol akan menerima masing-masing 2.500 orang, sementara 2.000 lainnya akan diterima di Swedia, menurut dokumen tersebut.

Negara-negara Barat mengevakuasi lebih dari 120.000 warga Afghanistan selama operasi penerbangan yang tergesa-gesa pada bulan Agustus saat Taliban menduduki Kabul dan menguasai Afghanistan.

Perkembangan yang cepat di Aghanistan membuat penarikan misi militer internasional yang dipimpin Amerika Serikat berakhir dengan kekacauan. Amerika Serikat sudah dua puluh tahun berada di Afghanistan.

Pasukan negara-negara Barat pergi dari negara itu dengan meninggalkan puluhan ribu warga Afghanistan yang dulu bergerak sebagai pembela hak asasi manusia dan hak perempuan, atau bekerja sebagai wartawan maupun pegawai pemerintahan yang lama.

Puluhan ribu warga Afghanistan itu kini mengkhawatirkan nasib mereka di bawah pemerintahan Taliban.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Antara via Reuters


TERBARU