> >

TKW Indramayu Dihukum 20 Tahun Penjara karena Narkoba di Hong Kong, Keluarga: Dijebak Temannya

Kompas dunia | 10 Januari 2022, 20:29 WIB
Yayu Masih, TKW asal Indramayu yang divonis terlibat perdagangan narkoba dan dihukum 20 tahun penjara di Hong Kong. Pihak keluarga mengklaim Yayu dijebak sesama TKI. (Sumber: Tribun Jabar)

INDRAMAYU, KOMPAS.TV - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indramayu, Jawa Barat, dihukum penjara 20 tahun oleh pengadilan di Hong Kong. Majelis hakim memutuskannya bersalah terlibat perdagangan narkoba.

Wanita itu bernama Yayu Masih, warga Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Indramayu, Jawa Barat.

Pihak keluarga pun mengadukan kasus ini ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI). Kasus yang membelit wanita berusia 33 tahun itu diadukan kakaknya, Miska ke SBMI. 

Baca Juga: Polisi Sebut Motif Pemalak TKW di Wisma Atlet untuk Beli Makan

Menurut Miska, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong disebut tidak bisa membantu karena adiknya terjerat kasus kriminal, bukan ketenagakerjaan.

Klaim Yayu Dijebak Sesama TKI

Miska berharap SBMI bisa membantu Yayu Masih menghadapi persoalannya. Menurutnya, adiknya tidak bersalah.

Miska mengklaim adiknya dijebak sesama pekerja migran asal Indonesia (PMI) yang bekerja di Hong Kong.

"Adik saya di Hong Kong sedang mengalami masalah terkait kasus narkoba, bahkan sudah divonis 20 tahun, padahal dia itu dijebak oleh temannya yang sesama PMI asal Jawa Tengah," kata Miska kepada Tribun Cirebon via Tribun Jabar, Senin (10/1/2022).

Miska menyebut bahwa kasus yang membelit Yayu Masih sudah berlangsung selama lebih dari dua tahun.

Akan tetapi, ia mengaku pihak KJRI Hong Kong belum pernah menginformasikan kasus ini kepada pihak keluarga.

"Kata adik saya KJRI Hong Kong tahu kalau Yayu Masih dipenjara bahkan sering membesuk, namun kata adik saya KJRI tidak bisa membantu dengan alasan ini kasus hukum bukan kasus ketenagakerjaan dengan majikan," jelas Miska.

Baca Juga: Polisi Tangkap Bos Kapal Pelaku Penyelundupan TKI Ilegal yang Tenggelam di Johor Bahru

Kronologi Kasus TKW Yayu Masih

Kasus yang menimpa Yayu Masih ini, menurut keterangan keluarga, karena TKW yang bersangkutan dijebak oleh rekan sesama PMI di Hong Kong.

Kakak dari Yayu Masih, Miska menceritakan, adiknya itu awal mula ke Hong Kong pada pertengahan 2008 lalu.

"Adik saya direkrut oleh sponsor bernama Tarmin warga Desa Sukadana Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (10/1/2022).

Oleh sponsor tersebut, kata dia, Yayu Masih kemudian didaftarkan sebagai calon TKW ke PT Jatim Duta Pembangunan di Jakarta. Beberapa bulan mengikuti proses, Yayu Masih lalu diterbangkan ke Hong Kong.

"Setibanya di Hong Kong, kemudian adik saya kerja di majikannya, namun baru 1 tahun bekerja entah kenapa Yayu Masih kabur dari tempat majikannya dan memilih untuk kerja di luaran," ujarnya.

Lanjut Miska, setelah itu Yayu Masih memilih untuk tinggal di kosan dan bekerja di luar, sejak saat itu pula Yayu Masih jarang berkomunikasi dengan keluarga.

Pada awal Desember 2019, pihak keluarga dikagetkan dengan telepon dari Yayu Masih menggunakan nomor telepon yang tidak dikenal. TKW itu menelepon menggunakan ponsel pengacaranya.

"Kata Yayu, dia ditangkap oleh Polisi Hong Kong karena di kamar kosnya terdapat barang paketan milik temannya sesama PMI asal Jawa Tengah yang isi di dalam barang tersebut adalah narkoba jenis heroin," ujar dia.

"Setelah adik saya ditangkap, pada saat dipersidangan padahal selalu tidak mengakui bahwa barang tersebut miliknya namun hakim memvonis 20 tahun penjara terhadap adik saya, namun pengacaranya mengajukan banding" lanjut Miska.

Atas kejadian itu, pihak keluarga mengadukan kejadian tersebut ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).

Pihaknya berharap, dengan aduan tersebut, SBMI bisa membantu persoalan hukum yang dihadapi Yayu Masih.

"Karena saya tidak paham, sehingga saya menyampaikan aduan ke SBMI untuk membantu memperjuangkan adik saya yang sedang menghadapi permasalahan hukum di Hongkong," ujar dia.

Baca Juga: Berikan Warisan Rp1 Miliar ke Yuli TKW Indonesia, Chen Sung Young Sempat Beri Amanah Ini

SBMI Sayangkan Tak Ada Informasi dari Kemenlu

Koordinator Dept Advokasi SBMI Nasional Juwarih mempertanyakan Kemenlu soal WNI yang bermasalah hukum di luar negeri dan tidak menginformasikannya kepada keluarga.

Mengingat, kasus ini sudah terjadi sejak 2 tahun lalu. Namun, pihak keluarga sama sekali belum menerima informasi secara tertulis.

Pihak keluarga justru baru mengetahui kabar tersebut dari Yayu Masih sendiri yang menghubungi keluarga melalui nomor telepon pengacaranya pada awal Desember 2019 lalu.

"Kami juga akan mempertanyakan ke Kemenlu kenapa ada WNI yang bermasalah hukum di luar negeri namun tidak menginformasikan secara tertulis ke pihak keluarganya," ujar dia di Indramayu, Senin (10/1/2022), dilansir dari Tribun Jabar.

Ia mengatakan, sebagai tindak lanjut, pihaknya akan mempelajari dahulu soal aduan tersebut.

Baru kemudian akan diteruskan kepada pemerintah dalam hal ini Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI.

"Tentunya SBMI siap untuk memperjuangkan aduan dari keluarga PMI, akan tetapi kami terlebih dahulu mempelajari aduan dari keluarga sebelum diteruskan ke pemerintah," katanya.

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU