> >

Pesawat Pembawa Bantuan Akhirnya Mendarat di Tonga, tapi Warga Enggan Kontak Langsung

Kompas dunia | 20 Januari 2022, 22:13 WIB
Pesawat pengangkut militer Globemaster II C-17A milik Angkatan Udara tampak terparkir di Bandara Internasional Fua'amotu di Tonga, Kamis (20/1/2022). (Sumber: Pasukan Pertahanan Australia via AP)

Baca Juga: Internet Tonga Diperkirakan Baru Pulih Sebulan Lagi, Warga Lokal Akan Pakai Jaringan 2G Darurat

Sebuah kapal patroli angkatan laut Selandia Baru juga akan tiba pada Kamis. Kapal itu mengangkut peralatan hidrografis dan para penyelam. Pun, sebuah helikopter untuk membantu mendistribusikan bantuan ke pulau-pulau di Tonga.

Kapal itu akan mengecek jalur pelayaran dan kekuatan struktural dermaga di ibu kota Nuku’alofa, menyusul erupsi dan tsunami.

Sebuah kapal AL Selandia Baru lain yang mengangkut 250.000 liter air bersih juga tengah dalam perjalanan. Kapal itu juga mampu memproduksi puluhan ribu liter air bersih setiap hari dari air laut dengan menggunakan sebuah perangkat desalinasi.

Sebelumnya dilaporkan, tiga pulau kecil di Tonga mengalami kerusakan parah akibat gelombang tsunami.

Baca Juga: Tiga Pulau Kecil Tonga Rusak Parah Diterjang Tsunami Setinggi 15 Meter

“Seluruh rumah tampaknya hancur di Pulau Mango dan hanya dua rumah yang tetap berdiri di Pulau Fonoifua. Di Nomuka, kerusakannya dilaporkan masif,” tutur Dujarric, seraya mengimbuhkan, evakuasi tengah disiapkan bagi warga di kepulauan itu.

Data sensus Tonga menunjukkan, Pulau Mango dihuni 36 orang, dan Fonoifua 69 orang, serta Nomuka 239 orang. Sebagian besar rakyat Tonga tinggal di pulau utama, Tongatapu, yang sekitar 50 rumahnya hancur akibat terjangan tsunami.

Menurut Dujarric, bantuan kemanusiaan yang paling mendesak saat ini adalah air bersih, makanan dan barang-barang sanitasi. Prioritas utama adalah membangun kembali layanan komunikasi, termasuk layanan telepon internasional dan internet.

Sejauh ini, Tonga tak mengalami kehancuran total dan masif yang dikhawatirkan banyak orang.

 

Penulis : Vyara Lestari Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Associated Press


TERBARU