> >

Pemerintah Australia Janjikan Tambahan A$1 Miliar untuk Rawat dan Konservasi Great Barrier Reef

Kompas dunia | 28 Januari 2022, 15:46 WIB
Great Barrier Reef Australia. menjanjikan dana tambahan sebesar 1 miliar dolar Australia atau setara 10 triliun rupiah untuk merawat dan melindungi deretan terumbu karang terbesar di dunia Great Barrier Reef dan mendukung ribuan pekerja pariwisata. (Sumber: Antara)

SYDNEY, KOMPAS.TV - Perdana Menteri Australia Scott Morrison menjanjikan dana tambahan sebesar 1 miliar dolar Australia atau setara 10 triliun rupiah untuk merawat dan melindungi deretan terumbu karang terbesar di dunia Great Barrier Reef dan mendukung ribuan pekerja pariwisata, seperti dilansir Antara.

Morrison, yang didera tekanan publik atas penanganan terhadap wabah Covid-19 terburuk di Australia yang dipicu oleh varian Omicron mengatakan, investasi itu akan membantu melindungi sekitar 64.000 pekerjaan di Queensland yang bergantung pada terumbu karang.

Negara bagian timur laut itu akan menjadi medan pertempuran besar ketika Morrison maju ke pemilu federal pada Mei mendatang, menargetkan masa jabatan keempat kali berturut-turut bagi koalisi partai konservatif.

"Kami mendukung kesehatan terumbu karang dan masa depan ekonomi sektor pariwisata, penyedia perhotelan, dan masyarakat Queensland yang menjadi jantung ekonomi terumbu karang," kata Morrison dalam sebuah pernyataan, Jumat.

Pendanaan tambahan yang akan digunakan selama sembilan tahun ke depan akan menambah paket senilai 2 miliar dolar Australia atau sekitar 20,2 triliun rupiah yang ditujukan untuk melindungi terumbu karang dari ancaman lingkungan selama tiga dekade mendatang.

Terdiri dari lebih dari 3.000 terumbu individu yang membentang sejauh 2.300 kilometer, Great Barrier Reef kehilangan lebih dari setengah karangnya selama tiga dekade akibat hantaman gelombang panas laut yang memicu tiga peristiwa pemutihan terumbu karant terbesar dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga: Waduh 14 Persen Terumbu Karang Dunia Musnah Satu Dekade Terakhir Akibat Pemanasan Global

14 persen terumbu karang dunia musnah sejak 2009 hingga 2018 akibat penangkapan ikan ilegal, destruktif dan tidak teregulasi, diperparah dengan polusi dan polutan, dengan sebagian besar musnah akibat pemanasan global, seperti laporan Global Reef Monitoring Network 05 Oktober 2021 (Sumber: Bloomberg)

Lebih dari setengah dari dana tambahan itu untuk meningkatkan kualitas air dengan mencegah erosi tanah dan membatasi limpahan nutrisi dan pestisida pertanian yang bocor ke terumbu karang. Sisanya akan digunakan untuk menargetkan spesies invasif dan untuk sistem pemantauan.

Kelompok lingkungan Greenpeace menyatakan keterkejutan atas rencana pemerintah Australia mengalokasikan lebih banyak dana perlindungan terumbu karang sementara mengabaikan perubahan iklim.

Morrison dengan tegas mengesampingkan tindakan lebih keras terhadap emisi gas rumah kaca, dengan alasan itu akan merugikan tenaga kerja. Dia juga mengesampingkan penguatan target emisi 2030 Australia.

Partai Buruh Oposisi menyebut janji pendanaan itu sebagai aksi menarik simpati menjelang pemilu.

"Pemerintah membuat sektor pariwisata di ujung utara Queensland dalam kesulitan, sekarang dalam 5 menit kampanye pemilihan, mereka ingin berpura-pura peduli," kata anggota partai oposisi Jim Chalmers kepada wartawan.

Great Barrier Reef nyaris terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia yang terancam punah oleh PBB tahun lalu. Setelah lobi yang intens oleh Australia, panel PBB menunda pemungutan suara hingga awal 2022.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU