> >

Lagi, Jurnalis Meksiko Dibunuh, Pelaku Adik Pejabat Lokal yang Sering Diberitakan

Kompas dunia | 13 Februari 2022, 14:14 WIB
Ilustrasi. Seorang perempuan tampak menempelkan foto-foto jurnalis yang tewas terbunuh dalam aksi memprotes pembunuhan terhadap jurnalis Lourdes Maldonado dan fotografer freelance Margarito Martinez di Mexico City, Meksiko, Selasa (25/1/2022). Pada Kamis (10/2/2022), seorang jurnalis kembali dibunuh di Meksiko, diduga terkait pekerjaannya. (Sumber: AP Photo/Eduardo Verdugo)

SALINA CRUZ, KOMPAS.TV - Heber Lopez, seorang jurnalis dari Salina Cruz, negara bagian Oaxaca, Meksiko dibunuh pada Kamis (10/2/2022). Lopez dibunuh ketika sedang memperbaiki studio pribadinya.

Heber Lopez merupakan jurnalis keenam yang dibunuh di Meksiko tahun ini. Maraknya jurnalis yang dibunuh membuat kalangan pers khawatir.

“Kami menuntut keadilan ke pemerintah federal dan negara bagian, karena kami, jurnalis, memerlukan jaminan (keamanan) untuk bekerja,” kata jurnalis Antonio Villasenor.

“Apa yang terjadi ke Heber, apa yang mereka lakukan kepadanya di depan keluarganya sangatlah rumit, karena dia tidak pantas mendapatkan ini, begitu juga dengan kami,” lanjutnya.

Baca Juga: Belasungkawa untuk Roberto Toledo, Jurnalis Meksiko yang Dibunuh Karena Beritakan Kebenaran

Heber Lopez dibunuh dua orang yang mendatangi studionya pada Kamis (10/2). Pelaku menembak sang jurnalis lima kali.

Pada Sabtu (12/2), pemakaman dan misa untuk Heber Lopez digelar. Kalangan pers dan komunitas setempat mengantarnya ke peristirahatan terakhir.

“Dari pelabuhan Salina Cruz, kami meminta Presiden (Meksiko) Lopez Obrador, kami tidak mau mendengar lagi ada sejawat reporter di negara ini dibunuh. Ini adalah teriakan menuntut keadilan dari rekan saya sejawat reporter dan komunikator di seantero Republik Meksiko,” kata jurnalis Santiago Lopez.

“Panjang umur kemerdekaan berekspresi, panjang umur kemerdekaan berekspresi di seantero Meksiko. Mari berikan aplaus kepada kawan kita dan sejawat reporter kita Heber,” lanjutnya.

Pembunuhan Heber Lopez diduga kuat terkait dengan aktivitas jurnalistiknya. Pasalnya, salah satu pelaku diduga adik seorang pejabat setempat.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Purwanto

Sumber : Associated Press


TERBARU