> >

Petinggi WHO Disensor dari Internet China Gara-gara Pertanyakan Kebijakan Nol Covid-19

Kompas dunia | 12 Mei 2022, 09:35 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (Sumber: AP Photo)

BEIJING, KOMPAS.TV - Petinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disensor dari internet China, usai mempertanyakan keberlanjutan kebijakan nol Covid-19 di negara itu.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus disensor dari dua platform media sosial China, Weibo dan WeChat.

Hal itu terjadi usai ia komentar dengan menyatakan ketidaksetujuan terhadap kebijakan yang diterapkan Beijing.

“Ketika berbicara tentang strategi nol Covid-19, kami tak berpikir bahwa itu berkelanjutan, mengiongat perilaku virus sekarang dan apa yang kami antisipasi di masa depan,” ujar Tedros, Selasa (10/5/2022) dikutip dari CNN.

Baca Juga: Militer Ukraina Menyatakan Telah Merebut Kembali 4 Desa di Kharkiv dari Cengkeraman Tentara Rusia

“Kami telah membahas masalah ini dengan para ahli China, dan kami mengindikasikan bahwa pendekatannya tak akan berkelanjutan. Saya pikir perubahan akan sangat penting,” ujarnya.

Kritikan Tedros, yang di awal pandemi disebut dekat dengan China, hanya beberapa hari setelah Presiden China Xi Jinping bersumpah menggandakan kebijakan dan tegas melawan semua kritik.

Akun pers resmi PBB di Weibo memposting komentar Tedros pada Rabu (11/5/2022).

Hal itu rupanya menimbulkan gelombang kritikan dan sarkastik dari pengguna China.

“Berjuang dengan tegas melawan kata-kata dan tindakan apa pun yang mendistorsi, meragukan, atau menyangkal kebijakan pencegahan dan pengendalain epidemi negara kita. Hancur dengan Organisasi Kesehatan Dunia,” bunyi balasan di media sosial serupa Twitter itu.

Pengguna lain juga mengungkapkan kritikannya terhadap pernyataan Tedros tersebut.

“Haruskan akun terverifikasi PBB diblokir kali ini?” kata yang lainnya.

Taka lama kemudian postingan tersebut tak bisa lagi dilihat di Weibo yang dikarenakan pengaturan privasi pendulis.

Namun, tidak jelas dalam situasi apa pengaturan itu berubah.

Tagar dengan nama Tedros di Weibo juga disensor, dengan gambar yang menampilkan wajahnya dihilangkan dari platform tersebut, meski postingan yang berisi namanya masih terlihat.

Sedangkan di WeChat, artikel dari akun resmi PBB termasuk komentar Tedros, dilarang dibagikan karena melanggar hukum dan peraturan terkait, sejak Rabu pagi.

Klip video dari pidato Tedros juga dihapus dari media sosial tersebut.

Komentar Tedros meski sejalan dengan penilaian sebagian besar ilmuwan, juga memancing komentar Beijing yang menyebutnya tak bertanggung jawab.

Baca Juga: WHO: Covid-19 Merampas Hampir 15 Juta Jiwa Dua Tahun Terakhir, Lebih Dua Kali Lipat Angka Resmi

“Kami berharap orang-orang yang relevan dapat melihat kebijakan pencegahan dan pengendalian epidemi China secara objektif dan rasional,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian.

“Selain itu juga mempelajari lebih lanjut tentang fakta-fakta dan menahan diri dari membuat pernyataan yang tak bertanggung jawab,” ucapnya.

Pendekatan nol Covid-19 yang dilakukan China, termasuk lockdown, pengujian massal dan karantina telah melindungi sebagian besar penduduknyaq dari virus Corona selama dua tahun terakhir.

Tetapi kemudian memicu perbedaan pendapat yang meningkat karena lockdown menjadi lebih ketat dan sering di tengah penyebaran cepat Omicron.

Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti

Sumber : CNN


TERBARU