> >

Parlemen Rusia Sepakat Cabut Pembatasan Umur Perekrutan Serdadu, demi Menangkan Perang Ukraina?

Krisis rusia ukraina | 25 Mei 2022, 23:59 WIB
Seorang personel militer Rusia saat berjaga di sebuah monumen bersejarah di Kherson, daerah Ukraina yang diduduki Rusia, 20 Mei 2022. Pada Rabu (25/5/2022), parlemen Rusia menyetujui rancangan undang-undang yang mencabut pembatasan umur dalam perekrutan prajurit relawan kontrak Angkatan Bersenjata Rusia. (Sumber: Associated Press)

MOSKOW, KOMPAS.TV - Parlemen Rusia telah menyetujui rancangan undang-undang yang mencabut pembatasan umur dalam perekrutan prajurit relawan kontrak Angkatan Bersenjata Rusia, Rabu (25/5/2022).

Langkah ini memberi Moskow kapasitas untuk memperluas perekrutan sekaligus menambah personel untuk diterjunkan ke medan perang Ukraina.

Sebagaimana dilaporkan Associated Press, majelis rendah parlemen Rusia meloloskan rancangan undang-undang itu melalui tiga sidang pada Rabu (25/5).

Rancangan tersebut memuat penghapusan batasan umur dalam penandatanganan kontrak relawan militer pertama calon serdadu Rusia.

Sebelumnya, Rusia menetapkan batasan usia maksimum 40 tahun untuk mendaftar militer.

Baca Juga: Serangan Artileri Rusia, Sekolah dan Taman Bermain Anak Hancur di Bakhmut Ukraina

Ketua Komisi Pertahanan Parlemen Rusia, Andrei Kartapolov menyebut langkah ini akan mempermudah perekrutan personel dengan spesialisasi yang dibutuhkan.

Dalam deskripsi rancangan undang-undang tersebut, disampaikan bahwa prajurit berusia lebih tua dapat difungsikan untuk mengoperasikan senjata presisi jarak jauh, atau ditempatkan di unit medis dan teknisi.

Pihak Moskow selama ini mengaku hanya menerjunkan prajurit relawan kontrak dalam invasi ke Ukraina.

Namun, Rusia juga mengakui telah mengirim sejumlah wajib militer secara keliru pada awal-awal invasi.

Beberapa tahun belakangan, militer Rusia semakin mengandalkan prajurit kontrak kerelawanan.

Rusia mewajibkan pria berusia 18-27 tahun menjalani setahun wajib militer.

Di medan perang, kekuatan militer yang diterjunkan Rusia pun gagal meraih kemenangan penting pada awal invasi.

Rusia terpaksa mundur dari Kiev dan kini memfokuskan serangan ke kawasan Donbass.

Pertempuran di Donbass masih berlangsung sengit di beberapa daerah per Rabu (25/5/2022).

Otoritas Ukraina menyebut Rusia kini tengah berupaya merebut sepenuhnya Oblast (daerah setingkat provinsi) Luhansk.

Baca Juga: Dampak Perang Rusia-Ukraina terhadap Negara Miskin: Harga Pangan Naik, Utang Bertambah

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya

Sumber : Associated Press


TERBARU