> >

Pemimpin Resimen Azov Ternyata Sudah Ditangkap, Dibawa ke Rusia untuk Diperiksa

Krisis rusia ukraina | 19 Juni 2022, 17:40 WIB
Wakil Komandan Resimen Azov Kapten Svyatoslav Palamar ketika berbicara melalui pesan video yang diklaim direkam di kompleks pabrik baja Azovstal, Mariupol, Ukraina, 19 Mei 2022. Pada Sabtu (18/6/2022), kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa Palamar dan Komandan Brigada Marinir ke-36 Ukraina Sergey Volynsky telah ditangkap dan kini dibawa ke Rusia untuk diperiksa. (Sumber: Syvatoslav Palamar via Hromadske)

Resimen Azov sebelumnya merupakan kelompok milisi yang berisi banyak kombatan neo-fasis.

Unit tersebut tadinya bernama Batalion Azov, kemudian diprofesionalisasi dan menjadi bagian Garda Nasional Ukraina.

Eksistensi Resimen Azov kerap dijadikan “bukti” Rusia tentang klaim bahwa Ukraina dikuasai “neo-Nazi”, salah satu dalih Vladimir Putin meluncurkan invasi.

TASS mengklaim Palamar dan Volynsky terlibat dalam “kekejaman-kekejaman” anti-Rusia.

Sebelum terlibat dalam perang di kawasan Donbass, TASS melaporkan bahwa Palamar juga terlibat dalam Revolusi Maidan 2014, salah satu peristiwa yang mengubah haluan politik Kiev dari pro-Rusia menjadi pro-Barat. 

Palamar pun disebut terlibat Revolusi Oranye pada November 2004 hingga Januari 2005.

Baca Juga: Malangnya Mariupol, Terancam Wabah Kolera Usai Hancur karena Serangan Rusia

Sementara itu, Sergey Volynsky disebut pernah bertugas di Krimea yang dianeksasi Rusia pada 2014.

Waktu itu, Volynsky dan unitnya dibebaskan pasukan Rusia yang menguasai Krimea.

Belum diketahui bagiamana atau kapan Palamar dan Volynsky ditangkap.

Setelah penyerahan diri besar-besaran pasukan Ukraina di Mariupol mulai 16 Mei lalu, Palamar mengaku tidak ikut menyerah.

Dalam sebuah pesan video yang dibagikan ke media Ukraina, Hromadske pada 19 Mei, Palamar mengaku masih bertahan di Azovstal dan tengah mengerjakan “operasi khusus” rahasia.

Tetapi, TASS kemudian melaporkan bahwa Palamar dan komandan lain yang bertahan di Azovstal telah ditangkap.

Menurut laporan TASS, kemungkinan ada lebih dari 100 orang yang dikirim ke Rusia dari Donetsk.

Di antara mereka yang dikirim adalah kombatan asing yang menyerah di Azovstal.

Sejak 16 Mei 2022, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa 2.439 personel militer Ukraina di Azovstal, termasuk anggota Resimen Azov dan kombatan asing, telah menyerah.

Kiev sendiri enggan menggunakan kata “menyerah” untuk mendefiniskan kemenangan Rusia di Azovstal.

Pada 17 Mei lalu, Angkatan Bersenjata Ukraina merilis pernyataan bahwa pasukan pertahanan Mariupol telah “menuntaskan misi tempur”, bukan “menyerah.”

Baca Juga: Kesaksian Jurnalis Internasional Terakhir di Mariupol: Kami Diburu Rusia, Melihat Langsung Derita

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV/TASS


TERBARU