> >

Anggota Parlemen Rusia Tuduh NATO Kacaukan Perundingan Damai Kiev-Moskow

Krisis rusia ukraina | 26 Juni 2022, 12:12 WIB
Ilustrasi. Seorang personel militer Ukraina memandangi kerusakan di gelanggan olahraga Universitas Teknik Nasional Kharkiv akibat serangan Rusia, 24 Juni 2022. (Sumber: Andrii Marienko/Associated Press)

MOSKOW, KOMPAS.TV - Aliansi NATO dituduh mengacaukan proses perundingan damai Rusia-Ukraina sembari menyatakan dukungan penyelesaian di meja negosiasi.

Ketua Komite Luar Negeri Duma Negara (majelis rendah) Rusia Leonid Slutsky, Sabtu (25/6/2022) membuat pernyataannya itu sebagai tanggapan dari komentar Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg. Dalam wawancara kepada El Pais, Stoltenberg mengaku mendukung penyelesaian perang Rusia-Ukraina melalui negosiasi.

“Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa situasi di Ukraina mestinya diselesaikan lewat perundingan. Namun, untuk memperkuat posisi Kiev, ia harus terus-menerus membanjiri Ukraina dengan senjata dan meningkatkan sanksi terhadap Rusia,” kata Slutsky melalui kanal Telegram-nya sebagaimana dikutip TASS.

“NATO mendukung perundingan, tetapi melakukan apa pun agar itu (perundingan damai) tak terjadi!” sambung anggota delegasi negosiator Rusia tersebut.

Baca Juga: Bertolak ke Rusia dan Ukraina, Jokowi akan AJak Vladimir Putin Hentikan Perang

Slutsky kemudian menuding Kiev memandang bantuan militer dari negara-negara Barat sebagai “absolusi.”

“Senjata-senjata Barat digunakan untuk membunuh warga sipil dan melakukan kejahatan perang,” katanya.

“Mengenai sanksi kelompok Barat, Mr. Stoltenberg, mereka tidak bisa melemahkan posisi Rusia dengan cara apa pun. Mereka (Rusia) menjadi lebih kuat setiap harinya,” pungkas politikus berusia 54 tahun itu.


Sebelumnya, sembari menyampaikan dukungan terhadap perundingan damai, Stoltenberg menyebut kewajiban NATO saat ini adalah terus mengirim bantuan militer serta mempertegas sanksi ekonomi terhadap Rusia untuk memperkuat posisi tawar Ukraina di meja perundingan.

Cara terbaik untuk melakukannya (mendukung Ukraina) adalah menyediakan suatu bantuan militer dan ekonomi yang kuat (terhadap Ukraina) dan mempromosikan sanksi keras terhadap Rusia,” kata Stoltenberg.

Baca Juga: Rusia Akui Telah Kuasai Severodonetsk, Tujuan Serangan ke Ukraina Mulai Tercapai


 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/TASS


TERBARU