> >

Serangan Rudal Rusia Tewaskan Belasan Sipil di Mal Ukraina, G7: Ini Kejahatan Perang!

Krisis rusia ukraina | 28 Juni 2022, 19:36 WIB
Dampak serangan rudal Rusia di sebuah pusat perbelanjaan di Kremenchuk, Oblast (daerah setingkat provinsi) Poltava, Ukraina yang menewaskan belasan orang. Foto diambil pada Selasa (28/6/2022) atau sehari setelah serangan. Kelompok G7 merilis pernyataan bersama yang mengecam serangan rudal Rusia tersebut, disebut "kejahatan perang." (Sumber: Efrem Lukatsky/Associated Press)

ELMAU, KOMPAS.TV - Kelompok G7 merilis pernyataan bersama yang mengecam serangan rudal Rusia ke sebuah pusat perbelanjaan ramai di Kremenchuk, Oblast (daerah setingkat provinsi) Poltava, Ukraina, Senin (27/6/2022) siang waktu setempat.

Per Selasa (28/6), korban jiwa dari serangan ini berjumlah 18 orang. Sedangkan korban luka mencapai sedikitnya 59 orang.

Sebagaimana diwartakan BBC, Selasa (28/6), G7 yang sedang berkumpul di Jerman mengutuk serangan itu sebagai aksi “memuakkan”.

“Serangan tanpa pandang bulu ke warga sipil tak bersalah merupakan suatu kejahatan perang,” demikian tulis pernyataan G7 dikutip BBC.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperkirakan ada sekitar 1.000 orang di dalam mal ketika serangan terjadi. Jumlah korban dikhawatirkan bertambah, karena diperkirakan masih banyak yang terjebak di reruntuhan.

Baca Juga: Pusat Perbelanjaan di Ukraina Diserang Rudal, Zelensky: Jangan Harap Kemanusiaan dari Rusia, Percuma

Zelensky mengutuk serangan itu sebagai “salah satu serangan teroris paling berani dalam sejarah Eropa”. Ia menyebut pusat perbelanjaan itu tidak memuat “nilai strategis” bagi Rusia dan tidak ada target militer potensial di dekat lokasi.

“Hanya teroris yang benar-benar gila, yang mana tidak boleh punya tempat di Bumi ini, bisa menembakkan rudal ke objek seperti itu,” kata Zelensky.

Zelensky menuduh Rusia berupaya menyabotase “upaya orang-orang (untuk) hidup normal, yang mana membuat penjajah (Rusia) sangat marah.”

“Rusia terus melampiaskan impotensinya kepada rakyat jelata. Percuma untuk mengharapkan kesusilaan atau kemanusiaan darinya (Rusia),” tegas Zelensky.

Sementara itu, salah satu utusan Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dmitry Polyanskiy menuduh serangan di Kremenchuk sebagai “provokasi Ukraina”. Namun, ia tidak menyertakan bukti apa pun yang mengindikasikan serangan itu sekadar rekayasa.

Otoritas setempat menyebut 440 petugas dikerahkan untuk memadamkan api dan mengevakuasi korban di mal Kremenchuk. Sebanyak 14 psikolog didatangkan untuk memberikan pertolongan bagi warga yang psikisnya terdampak serangan.

Kremenchuk sendiri terletak jauh dari garis depan pertempuran Rusia-Ukraina saat ini. Koresponden Al Jazeera, Charles Stratford menyebut Kremenchuk terletak sekitar “200 kilometer dari front selatan dan berjarak serupa dari (front) timur.”

Baca Juga: Jokowi Blak-blakan Indonesia Butuh Investasi 25-30 Miliar Dolar Amerika di Depan KTT G7


 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : BBC


TERBARU