> >

Keluarga Marcos di Filipina Disebut Tak Sama dengan Keluarga Cendana di Era Orde Baru, Ini Alasannya

Kompas dunia | 2 Juli 2022, 06:10 WIB
Pelantikaan Presiden Filipina terpilih Ferdinand Marcos jr di Museum Nasional Filipina, Kamis (30/6/2022). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

“Sejak tahun 1990 – 1992, Bongbong sudah membangun jaringan atau karier politik secara telaten. Di tahun itu, Bongbong sudah jadi anggota Kongres, gubernur di daerah kelahirannya, juga senator,” urai Rosi.

Baca Juga: Imelda Marcos yang Kontroversial Dampingi Putranya Bongbong Marcos Dilantik Jadi Presiden Filipina

Perjalanan karier politik Bongbong Marcos pun, imbuh Rosi, tak melulu mulus. 

“Dalam pemilihan wakil presiden enam tahun lalu, 2016, Bongbong Marcos juga maju jadi calon wakil presiden, tetapi kalah dari Leni Robredo, yang justru ia kalahkan dalam pemilihan presiden tahun ini,” terang Rosi merujuk sosok wakil presiden perempuan pendamping presiden sebelumnya, Rodrigo Duterte.

Pelajaran penting yang bisa dipetik dari kemenangan Bongbong Marcos meraih kursi presiden, kata Rosi, adalah perjuangan telatennya dalam membangun jaringan dan karier politik selama tak kurang tiga dekade.

“Yang paling penting adalah membangun jaringan, terus-menerus, telaten dalam kerja-kerja politik. Nama besar Marcos tidak diperoleh dalam 1-2 hari,” ujar Rosi.

Namun, tugas berat menanti Bongbong Marcos yang disebut ingin mengembalikan nama baik ayahnya. 

“Satu-satunya cara untuk merehab atau mengembalikan nama baik Marcos Senior, (adalah), selama enam tahun ini, Bongbong Marcos (harus) mampu mengembalikan kejayaan Filipina,” tandas Rosi memungkasi.
 
 

Penulis : Vyara Lestari Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU