> >

Pemerintah Ukraina Sebut Rekonstruksi Negaranya Butuh Rp11.251 Triliun, Minta Pihak Lain Ikut Bantu

Krisis rusia ukraina | 5 Juli 2022, 16:34 WIB
Reruntuhan kota Lysychansk pada,Minggu (3/7/2022). Ukraina akhirnya mengakui Rusia telah menduduki benteng pertahanan terakhir Ukraina di Luhansk. (Sumber: Luhansk region military administration via AP)

Sejauh ini, memang sudah ada beberapa pihak yang menunjukkan minat ingin membantu Ukraina.

Bank Investasi Eropa (EIB) telah mengajukan struktur pembiayaan yang dipakai selama pandemi Covid-19, yaitu sebesar 100 miliar euro (sekitar Rp1,56 triliun).

Baca Juga: Pengamat: Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia Strategi untuk Sukseskan G20 di Indonesia

Skema ini diajukan dalam Konferensi Pemulihan Ukraina di Swss yang dimulai pada Senin (4/7) kemarin.

Konferensi tersebut diadakan untuk membantu menyediakan sumber daya bagi pemulihan Ukraina pascaperang.

Kemudian, EU-Ukraina Gateway Trust Fund (EU GTF) akan berupaya mendapatkan kontribusi awal sebesar 20 miliar euro dari negara-negara UE dan anggaran UE dalam bentuk hibah, pinjaman, serta jaminan.

Penjaminan ini akan mengarah pada proyek infrastruktur dengan total 100 miliar euro.

Jumlah ini setara separuh keperluan mendesak bagi Ukraina.

Jika dana itu terkumpul, E-U GTF dapat berkontribusi untuk membangun kembali jembatan-jembatan atau merenovasi layanan air bersih atau air limbah.

Terutama untuk kota-kota yang populasinya telah berkembang karena migrasi dari berbagai daerah lain di Ukraina sejak invasi Rusia 24 Februari ke negara itu.

Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas.com


TERBARU