> >

Menlu Retno: Neraca Perdagangan Indonesia ke Korsel Surplus 7,4 Triliun Rupiah, akan Ditingkatkan

Kompas dunia | 29 Juli 2022, 03:05 WIB
Ilustrasi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membakar dupa di Pemakaman Nasional Korea Selatan ketika mengadakan kunjungan bilateral ke negara itu, Kamis (28/7/2022). Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyebut neraca perdagangan Indonesia terhadap Korea Selatan tercatat surplus 500 juta dolar AS atau sekitar 7,4 triliun rupiah sepanjang Januari-Mei 2022.  (Sumber: Ahn Young-joon/Associated Press)

SEOUL, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia terhadap Korea Selatan tercatat surplus 500 juta dolar AS atau sekitar 7,4 triliun rupiah (kurs hari ini). 

Hal tersebut disampaikan Retno usai mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Yoon Seok-yeol di Seoul, Kamis (28/7/2022) sore waktu setempat.

Kunjungan ke Korsel merupakan bagian dari safari Jokowi yang telah membawanya ke China dan Jepang pada pekan ini.

"Pada bulan Januari sampai Mei tahun ini, Indonesia sudah memperoleh surplus lebih dari 500 juta dolar," kata Menlu Retno dalam keterangan pers sebagaimana dikutip Antara.

Baca Juga: Temui CEO Perusahaan Korea Selatan, Jokowi Tegaskan Lebih Mudahnya Regulasi Investasi di Indonesia

Retno menyebut, kinerja perdagangan Indonesia ke Korea Selatan mengalami peningkatan signifikan. Apalagi jika mengingat neraca perdagangan Indonesia yang defisit dalam tiga tahun terkini.

Di lain sisi, nilai perdagangan total Indonesia terhadap Korea Selatan juga tercatat meningkat, yakni mencapai lebih dari 18 miliar dolar AS pada 2021, serta 13 miliar dolar AS pada 2020.

Menilik tren positif tersebut, Jakarta berupaya mendorong nilai perdagangan dengan Seoul, salah satunya dengan cara menghilangkan hambatan tarif dan non tarif untuk ekspor produk pertanian.

Korea Selatan sendiri saat ini merupakan negara dengan nilai investasi terbesar keenam di Indonesia.

"Korea Selatan saat ini menduduki posisi keenam. Komitmen penambahan untuk investasi baru sangat jelas," tutur Retno.

Sebelum menemui Yoon Seok-yeol, Jokowi dan rombongan disebut melakukan pertemuan bersama para CEO perusahaan besar Korea Selatan.

"Komitmen kedua Presiden sangatlah jelas, untuk memperkuat kerja sama, terutama bidang ekonomi. Pada saat bertemu dengan para CEO, minat untuk melakukan perluasan dan investasi baru di Indonesia cukup besar," kata Menlu Retno.

Selain membahas isu ekonomi, Jokowi dan Yoon Seok-yeol sendiri turut menyorot isu geopolitik, antara lain demokrasi di Myanmar serta ancaman program nuklir Korea Utara.

Baca Juga: Kim Jong-un Nyatakan Korea Utara Siap Perang dengan AS Apalagi Korsel, Senjata Nuklir Dimobilisasi


 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU