> >

Bicara ke Komisi HAM ASEAN, Menlu Retno Sorot Isu Perdagangan Manusia dan Pelembagaan Dialog

Kompas dunia | 3 Agustus 2022, 06:04 WIB
 Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan G20 Bali, 8 Juli 2022. Pada Selasa (2/8/2022), dalam pertemuan dengan perwakilan-perwakilan negara anggota di Komisi Hak Asasi Manusia Antarnegara ASEAN (AICHR), Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan pentingnya pelembagaan dialog hak asasi manusia di lingkup ASEAN. (Sumber: AP Photo/Dita Alangkara, Pool)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan pentingnya pelembagaan dialog hak asasi manusia di lingkup ASEAN. Hal tersebut disampaikan Retno dalam pertemuan dengan perwakilan-perwakilan negara anggota di Komisi Hak Asasi Manusia Antarnegara ASEAN (AICHR), Selasa (2/8/2022).

Retno juga menegaskan pentingnya perlindungan hak asasi manusia yang bisa dicapai ASEAN melalui penguatan AICHR.

"Perlindungan hak asasi manusia sama pentingnya dengan promosi hak asasi manusia," kata Menlu Retno sebagaimana dikutip Antara.

Menurut Retno, penguatan tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan keterlibatan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan lembaga masyarakat. 

"Selain itu, interaksi secara reguler dengan lembaga hak asasi manusia internasional dan nasional juga sangat penting," lanjut Retno.

Baca Juga: Masalah Membayangi Pertemuan Menlu ASEAN yang dihadiri Rusia, China, dan Amerika Serikat

Untuk itu, Retno mengusulkan pelembagaan platform dialog hak asasi manusia yang dilakukan setiap tahun.

Kata dia, kerja AICHR dapat dibantu dengan pelembagaan dialog untuk melihat situasi hak asasi manusia dan melakukan tukar pengalaman mengenai pelaksanaan hak asasi manusia.

Lebih lanjut, Menlu Retno menyorot urgensi AICHR dalam mengurus isu perdagangan manusia.

Indonesia sendiri saat ini tengah berbicara dengan Kerajaan Kamboja, ketua ASEAN 2022, untuk menangani isu perdagangan manusia yang kian marak.

Indonesia dan Kamboja merupakan tuan rumah bersama Dialog Hak Asasi Manusia ASEAN yang akan digelar pada November mendatang.

Di lain sisi, Retno juga menyorot perkembangan politik di Myanmar usai junta militer menghukum mati empat tahanan politik. Junta militer disebutnya tidak berkomitmen melaksanakan Lima Poin Konsensus ASEAN untuk Myanmar.

Baca Juga: Suarakan Murka Negara Anggota, Ketua ASEAN Kecam Eksekusi Myanmar terhadap Aktivis


 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Antara


TERBARU