> >

Walau Normalisasi Hubungan dengan Israel, Erdogan Janji Turki Tetap Dukung Palestina

Kompas dunia | 24 Agustus 2022, 05:44 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membersamai Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam upacara penyambutan secara militer di Ankara, Selasa (23/8/2022). (Sumber: Burhan Ozbilici/Associated Press)

ANKARA, KOMPAS.TV - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji upaya rekonsiliasi dengan Israel tidak akan mengurangi dukungan Ankara untuk kepentingan Palestina. Hal tersebut disampaikan Erdogan ketika dikunjungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Selasa (23/8/2022).

Kunjungan pemimpin Palestina itu digelar hanya sepekan setelah Turki dan Israel mengumumkan akan memulihkan hubungan diplomatik penuh dan menunjuk kembali duta besar masing-masing untuk pertama kalinya sejak 2018.

“Langkah-langkah yang kami ambil dalam hubungan kami dengan Israel tidak akan mengurangi dukungan kami untuk kepentingan Palestina,” kata Erdogan dikutip Associated Press.

“Di lain pihak, saudara-saudara Palestina kami juga menyampaikan bahwa langkah-langkah ini akan berkontribusi ke solusi atas isu Palestina dan meningkatkan kondisi rakyta Palestina,” lanjut presiden yang menjabat sejak 2014 itu.

Sementara itu, Mahmoud Abbas tidak mengomentari langsung isu pemulihan hubungan Turki dan Israel. Ia sebatas menyampaikan terima kasih atas dukungan “teguh” Ankara bagi Palestina.

“Kami sadar dukungan mereka untuk kemerdekaan, kebebasan, dan hak-hak (Palestina) yang sah,” kata Abbas.

“Kami tahu bahwa Turki dan institusi-institusinya berdiri bersama rakyat Palestina dan negara Palestina di segala bidang, dan mendukung mereka di arena internasional,” lanjutnya.

Baca Juga: Tentara Israel Serbu dan Segel 6 Kantor Kelompok HAM Palestina

Turki dan Israel dulunya merupakan sekutu dekat, tetapi hubungan ini buyar ketika rezim Erdogan. Sang presiden dikenal kritis atas kebijakan Israel terhadap Palestina.

Sebaliknya, Israel keberatan dengan dukungan Turki terhadap kelompok milisi Hamas yang menguasai Jalur Gaza.

Turki dan Israel sama-sama menarik duta besar pada 2010 lalu. Kebijakan itu ditempuh usai serangan Israel ke sebuah kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Serangan ini menewaskan sembilan aktivis Turki.

Ankara dan Tel Aviv sempat berupaya memulihkan hubungan. Namun, pada 2018 lalu, Turki kembali menarik duta besar usai Amerika Serikat memindahkan kedutaaanya ke Yerusalem.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan bahwa Palestina tidak keberatan dengan pemulihan hubungan antara Turki dan Israel.

“Dialog (dengan Israel) akan membuat kami bisa lebih baik mempertahankan Palestina. Mereka (Palestina) mengatakannya sendiri,” kata Cavusoglu.

Baca Juga: Turki dan Israel Segera Pulihkan Hubungan Diplomatik, Saling Kirim Duta Besar untuk Pertama Kali

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Associated Press


TERBARU