> >

Luar Biasa, Uni Emirat Arab Luncurkan Penjelajah Bulan

Kompas dunia | 30 November 2022, 05:25 WIB
Uni Emirat Arab menyelesaikan persiapan terakhir untuk meluncurkan kendaraan penjelajah nirawak ke bulan dalam misi bulan pertama di dunia Arab, demikian diumumkan Uni Emirat Arab, Selasa (29/11/2022). (Sumber: Gulf News)

DUBAI, KOMPAS.TV - Uni Emirat Arab menyelesaikan persiapan terakhir untuk meluncurkan kendaraan penjelajah nirawak ke bulan, dalam misi bulan pertama di dunia Arab, sedemikian diumumkan Uni Emirat Arab 

Penjelajah atau Rover Rashid akan lepas landas dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Florida, AS, pada hari Rabu 30 November, untuk memulai perjalanan lima bulan ke bulan.

Dalam sebuah pernyataan, ispace inc yang berbasis di Jepang, mengumumkan telah menyelesaikan integrasi pendarat bulan HAKUTO-R Mission 1 ke dalam roket SpaceX Falcon 9.

“Kami senang menyelesaikan tahap pertama Misi 1 dengan persiapan akhir sebelum peluncuran selesai,” kata Takeshi Hakamada, Pendiri dan CEO ispace, seperti laporan Arab News, Selasa (29/11/2022).

“Untuk melakukannya, kami menggunakan model desain dan pengembangan yang menyeimbangkan keandalan dan biaya rendah dengan menggunakan teknologi dan komponen yang telah terbukti dari seluruh dunia,” tambahnya.

Mohammed bin Rashid Space Center MBRSC mengundang pemirsa dari seluruh dunia untuk menyaksikan peluncuran langsung pada pukul 12:39 waktu UEA (GMT+4).

Rover akan mendarat di permukaan bulan yang belum dijelajahi di Kawah Atlas, di tepi luar tenggara Mare Frigoris (“Lautan Dingin”)” pada April 2023, kata pusat itu.

Baca Juga: Uni Emirat Arab Umumkan Program Antariksa Senilai Rp12,26 T, Proyek Pertama Diberi Nama 'Sirb'

Uni Emirat Arab menyelesaikan persiapan terakhir untuk meluncurkan kendaraan penjelajah nirawak ke bulan, dalam misi bulan pertama di dunia Arab, demikian diumumkan Uni Emirat Arab pada hari Selasa (29/11/2022). (Sumber: Khaleej Times)

“Kriteria lokasi target dipertimbangkan dengan hati-hati oleh Tim Misi Lunar Emirates, termasuk durasi penyinaran matahari terus menerus dan jarak pandang komunikasi dari Bumi,” kata MBRSC dalam sebuah pernyataan.

Setelah diluncurkan, pesawat ruang angkasa terintegrasi akan mengambil rute energi rendah ke bulan daripada pendekatan langsung.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Associate Press


TERBARU