> >

Situasi Covid-19 China Makin Parah: Rumah Sakit Penuh, Warga Menjerit

Kompas dunia | 26 Desember 2022, 21:25 WIB
Ilustrasi. China sedang berjuang melawan gelombang infeksi baru yang menyerang keras para lansia tetapi secara resmi mencatat hanya segelintir kematian akibat virus corona (Sumber: France24)

SHIJIAZHUANG, KOMPAS.TV - China menghadapi gelombang infeksi Covid-19 usai negara itu melonggarkan kebijakan pembatasan ketat sejak awal Desember lalu. Menurut laporan Associated Press, per Minggu (26/12/2022), situasi Covid-19 di China cukup mengkhawatirkan dengan penuhnya rumah sakit dan meningkatnya pesanan krematorium.

Situasi Covid-19 membuat sistem kesehatan di Provinsi Hebei, barat daya ibu kota Beijing, kewalahan. Kota-kota di Hebei kewalahan dengan lonjakan pasien Covid-19.

Ruang-ruang UGD menolak pasien masuk, keluarga pasien Covid-19 kebingungan mencari bed rumah sakit, dan pasien memenuhi koridor rumah sakit karena tempat tidur sudah penuh.

Baca Juga: Mengejutkan! Warga Asing di China Puji dan Sebut Kebijakan Covid-19 Negara Itu Sukses

Salah satu warga yang kebingungan mencari ruang perawatan adalah Yao Ruyan. Mertuanya kena Covid-19 dan butuh perawatan medis segera, tetapi semua rumah sakit terdekat tak bisa menampung.

"Saya marah. Saya tidak punya banyak harapan. Kami sudah di luar untuk waktu yang lama dan saya takut karena dia (mertua Yao) kesulitan bernapas," kata Yao.

Mertua Yao jatuh sakit sejak sepekan lalu. Pemindaian paru-paru menunjukkan tanda-tanda pneumonia. Namun, Yao diminta ke rumah sakit lebih besar di daerah lain karena rumah sakit di daerahnya tidak bisa menangani gejala serius Covid-19.

Selama dua hari terkini, jurnalis-jurnalis Associated Press mengunjungi lima rumah sakit dan dua krematorium di Prefektur Baoding dan Langfang, Provinsi Hebei. Dua daerah itu disebut sebagai episentrum wabah pasca-pelonggaran pembatasan oleh pemerintah China.

Meskipun demikian, banyak pasien Covid-19 di Baoding dan Langfang telah sembuh. Bahkan, media-media China menerbitkan tajuk yang menyebut kawasan itu telah "memulai kehidupan normal."

Akan tetapi, situasinya tidak normal di ruang-ruang UGD dan krematorium di Hebei. Banyak lansia Hebei kritis karena Covid-19. Situasi Hebei pun disebut dapat menjadi pertanda apa yang akan terjadi di China usai kebijakan "nol-Covid" dicabut secara nasional.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Purwanto

Sumber : Associated Press


TERBARU