> >

Sebut Swedia Problematik, Menlu Turki Mengaku Bisa Loloskan Aksesi Finlandia ke NATO

Kompas dunia | 30 Januari 2023, 18:49 WIB
Ilustrasi. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan bahwa Ankara dapat memberi lampu hijau bagi aksesi Finlandia ke NATO. (Sumber: AP Photo/Ebrahim Noroozi)

ANKARA, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan bahwa Ankara dapat memberi lampu hijau bagi aksesi Finlandia ke NATO. Namun, hal ini mesti disetujui oleh Swedia dan Finlandia yang mengajukan keanggotaan NATO secara bersamaan.

Cavusoglu menyebut Finlandia "lebih tidak problematik" dibanding Swedia. Hal tersebut disampaikan Cavusoglu usai Stockholm mengizinkan demonstrasi kelompok pro-Kurdi dan aksi bakar Al-Qur'an oleh politikus ekstrem kanan Swedia-Denmark, Rasmus Paludan.

Baca Juga: Tak Terima Al-Qur'an Dibakar, Turki Disebut Tak akan Setujui Swedia Masuk NATO

Sederet demonstrasi tersebut memperburuk hubungan Swedia-Turki belakangan ini. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun mengaku tidak akan mendukung aksesi Swedia ke NATO jika tuntutan Ankara belum dipenuhi.

"Menurut saya, adil untuk membedakan antara negara problematik (Swedia) dan negara yang lebih tidak problematik," kata Cavusoglu dikutip Associated Press, Senin (30/1/2023).

"Kami yakin bahwa NATO dan negara-negara ini (Swedia dan Finlandia) mengambil kebijakan seperti itu, kami dapat mengevaluasinya (aksesi Finlandia) secara terpisah," lanjutnya.

Turki sendiri selama ini menunda proses ratifikasi Swedia dan Finlandia ke dalam NATO. Ankara menuduh Stockholm masih terlalu lunak kepada kelompok-kelompok yang disebutnya organisasi teror seperti kelompok-kelompok yang terkait Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

"Sejumlah langkah memang telah diambil di Swedia, seperti amandemen konstitusional dan amandemen legal," kata Cavusoglu.

"Sayangnya, ada kemunduran, gara-gara provokasi kelompok-kelompok yang ingin mencegah Swedia bergabung NATO," lanjutnya.

Sebelumnya, Erdogan menyebut Ankara bisa saja "mengejutkan" Swedia dengan meloloskan aksesi Finlandia. Erdogan juga menegaskan bahwa pihaknya telah mengirim daftar 120 orang yang ingin diekstradisi dari Swedia, tetapi belum dipenuhi.

Baca Juga: Kembali Beraksi, Rasmus Paludan Janji Bakar Al-Qur'an Tiap Jumat hingga Swedia Diterima NATO

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Purwanto

Sumber : Associated Press


TERBARU