> >

Finlandia Bergabung dengan NATO, Rakyat yang Tinggal di Perbatasan Khawatir Ancaman Keamanan

Kompas dunia | 5 April 2023, 07:46 WIB
Menlu Finlandia Pekka Haavisto, kiri, berjabat tangan dengan Menlu Amerika Serikat Antony Blinken, kanan, setelah menyerahkan dokumen aksesi negaranya dalam pertemuan para menteri luar negeri NATO di markas besar NATO di Brussels, Selasa, 4 April 2023. Finlandia gabung aliansi militer NATO, memberikan pukulan besar bagi Rusia dengan penataan kembali bersejarah benua yang dipicu oleh invasi Moskow ke Ukraina. (Sumber: AP Photo)

HELSINKI, KOMPAS.TV — Bergabungnya Finlandia dengan NATO menimbulkan reaksi yang beragam. Namun bagi warga Finlandia yang tinggal di kawasan perbatasan dengan Rusia, kini diliputi kekhawatiran.

“Jika saya tinggal di Helsinki (ibukota Finlandia), maka saya akan senang jika Finlandia bergabung dengan NATO. Tapi ketika Anda tinggal di perbatasan timur antara Finlandia dan Rusia, Anda akan berpikir dan memiliki perasaan yang berbeda,” kata Eija Hiltunen, warga Finlandia yang tinggal di Karelia yang berbatasan dengan Rusia.

Bagi orang Rusia, mereka bisa datang ke Karelia untuk membeli produk susu dan sabun cuci piring di kota tersebut. Sedangkan bagi orang Finlandia yang tinggal di Karelia, mereka dapat melintasi perbatasan ke Rusia untuk membeli bahan bakar murah, suku cadang mobil, serta mengunjungi lokasi bentrokan antara pasukan Finlandia dan Tentara Merah Soviet selama Perang Dunia II.

Menurut Hiltunen, bergabungnya Finlandia dengan NATO merupakan sebuah provokasi yang tidak perlu. 

Baca Juga: Finlandia Resmi Jadi Anggota ke-31 NATO, Kremlin Ancam Tindakan Balasan

“Selama lima belas hingga dua puluh tahun terakhir, situasi di perbatasan sangat tenang. Sangat mudah untuk melintasi perbatasan dan ada banyak aktivitas lintas batas,” kata Hiltunen seperti dikutip dari The Associated Press.

Namun demikian, suami dari Hiltunen berpendapat berbeda. Suaminya merupakan seorang pensiunan jurnalis bisnis dari Helsinki. Ia adalah pendukung kuat bergabungnya Finlandia dengan NATO.

“Saya pikir sekarang terasa lebih aman,” kata Tuomisto suami Hiltunen yang kakeknya berperang melawan Tentara Merah Soviet dalam bentrokan di wilayah tersebut selama Perang Dunia II. 

“Tidak ada ketidakpastian lagi. Krisis sebelumnya (Perang Dunia II) tidak jauh di belakang kita. Anda bisa melihatnya di sekitar sini. Tidak ada yang melupakan sejarah kami dengan Rusia”

Finlandia memiliki perbatasan sepanjang 1.340 kilometer dengan Rusia. Meskipun aliansi tersebut mengatakan bergabungnya Finlandia dengan NATO tidak akan menimbulkan ancaman bagi Moskow, namun Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan bahwa “mereka akan dipaksa untuk mengambil tindakan militer-teknis dan tindakan pembalasan lainnya” di Eropa Utara, yang sebelumnya menjadi salah satu kawasan paling stabil di dunia.

Baca Juga: Finlandia Resmi Jadi Anggota NATO Hari Ini, Pukulan Telak bagi Rusia

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menyatakan bahwa Rusia tidak memiliki sengketa teritorial dengan Finlandia.

 

Sementara itu, surat kabar, para pemimpin, dan para komentator sepakat bahwa Selasa kemarin adalah hari bersejarah bagi negara Nordik berpenduduk 5,5 juta orang itu.

“Sampai sekarang, kami membela negara kami sendiri,” kata Menteri Pertahanan Antti Kaikkonen kepada penyiar publik YLE setibanya di Brussel. 

“Mulai sekarang, kita dapat mengandalkan bantuan dari luar jika keadaan menjadi sulit. Dan tentu saja, kami siap membantu jika ada yang dalam kesulitan,” ujarnya.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti

Sumber : The Associated Press


TERBARU