> >

Ukraina Tuduh Rusia Rencanakan Bencana Nuklir untuk Cegah Serangan Balik

Kompas dunia | 27 Mei 2023, 17:07 WIB
Foto arsip. Tentara Rusia berjaga di PLTN Zaporizhzhia. Kementerian Pertahanan Ukraina menuduh Rusia berencana menyabotase PLTN terbesar di Eropa untuk mengacaukan serangan balik Ukraina. (Sumber: AP Photo)

KIEV, KOMPAS.TV - Kementerian Pertahanan Ukraina menuduh Rusia berencana menyabotase pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar di Eropa untuk mengacaukan serangan balik Ukraina.

Pasukan Rusia dituduh hendak membuat kekacauan di PLTN Zaporizhzhia dan memanfaatkan situasi tersebut.

PLTN Zaporizhzhia sendiri saat ini berada di teritori yang dikuasai pasukan Rusia. Kompleks PLTN terbesar di Eropa itu berulang kali terkena serangan artileri. Ukraina dan Rusia saling menyalahkan atas serangan-serangan berbahaya tersebut.

Baca Juga: Rusia Serang Rumah Sakit di Ukraina dengan Rudal, Volodymyr Zelenskyy Geram

Jelang serangan balik yang diyakini bakal diluncurkan pasukan Ukraina, Kiev mengaku khawatir Rusia akan membuat bencana nuklir di Zaporizhzhia. Bencana nuklir disebut akan mengganggu proses serangan balik.

"Rusia mempersiapkan provokasi masif dan peniruan insiden di PLTN Zaporizhzhia dalam waktu dekat," demikian bunyi keterangan Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina, Jumat (26/5/2023), dikutip Al Jazeera.

"Mereka berencana menyerang kawasan PLTN Zaporizhzhia. Setelah itu, mereka akan mengumumkan kebocoran substansi radioaktif," lanjut keterangan itu.

Laporan kebocoran radioaktif di PLTN Zaporizhzhia dapat menimbulkan insiden berskala global dan membuka investigasi internasional. Investigasi tersebut akan menuntut kedua pihak mengambil jeda pertempuran.

Moskow dituduh hendak menggunakan jeda pertempuran itu untuk mengonsolidasikan pasukan Rusia demi menghentikan serangan balik Ukraina. 

Baca Juga: Rusia Tuduh Ukraina Kembali Serang Belgorod Rusia, Ukraina Tuding Rusia Serang Klinik di Dnipro

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Al Jazeera


TERBARU